Wakil Bupati Edwin Larang Aksi Corat-coret dan Konvoi Saat Kelulusan

Rabu, 7 Mei 2025 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. (Foto: Lombokini.com).

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya meminta sekolah tidak mengadakan kegiatan hura-hura saat pengumuman kelulusan siswa. Ia menekankan pentingnya mencegah aksi corat-coret seragam dan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

“Sekolah harus membuat inovasi acara pelepasan siswa yang positif dan edukatif, tidak sekadar meriah,” tegas Edwin, Rabu 7 Mei 2025.

Ia menyarankan sekolah mengganti perayaan hura-hura dengan kegiatan bermanfaat seperti doa bersama. “Guru harus mengarahkan siswa pada aktivitas kreatif dan produktif. Jika ingin berwisata, lakukan di wilayah Lombok Timur saja sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026

Wabup mengingatkan sekolah agar tidak membebani orang tua siswa dengan biaya perpisahan yang mahal. “Sekolah harus menciptakan suasana bermanfaat tanpa ekspresi kegembiraan yang berlebihan dan negatif,” tegasnya.

Baca Juga :  Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Edwin akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk semua jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA/SMK. “Kami juga akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi dan mencegah aksi tidak terpuji saat perayaan kelulusan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten berkomitmen memastikan perayaan kelulusan berlangsung aman dan bermakna tanpa kegiatan yang merusak atau mengganggu masyarakat.***

Berita Terkait

Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS
80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026
Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI
Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)
Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru