Plaza Sopoq Angen Berubah Nama Menjadi Plaza Hamzanwadi untuk Mengenang Pahlawan Nasional

Jumat, 28 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Taman Plaza Sopoq Angen, yang dicanangkan namanya di rubah. (Ong)

Taman Plaza Sopoq Angen, yang dicanangkan namanya di rubah. (Ong)

“Berubahnya nama Taman Plaza Sopoq Angen Pancor menjadi Plaza Hamzanwadi untuk mengabadikan jasa-jasa TGKH. Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid”

LOMBOKINI.com – Taman Plaza Sopoq Angen, sebuah ruang terbuka publik (RTP) yang baru saja selesai dibangun di samping Taman Pancor. Plaza Sopoq Angen akan diubah namanya menjadi Plaza Hamzanwadi.

Wacana ini diusulkan oleh Bupati Lombok Timur, M. Sukiman Azmy, dengan tujuan untuk menggambarkan Pancor sebagai kota santri dan mengenang perjuangan pahlawan nasional dari daerah ini, TGKH. Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid.

Penggantian nama ini merupakan langkah penting dalam mengabadikan jasa-jasa TGKH. Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan daerah Lombok Timur.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Bupati Sukiman berharap bahwa dengan adanya Plaza Hamzanwadi ini, semangat dan keberanian sang pahlawan dapat terus menginspirasi masyarakat Pancor.

“Kami akan berdiskusi dengan para tokoh agama, alim ulama, dan masyarakat Pancor untuk menjaga marwah Plaza Hamzanwadi dari hal-hal negatif yang bisa merusak nama baik daerah ini,” ungkap Bupati Sukiman pada menguti instagram insidelombok, Kamis, 27 Juli 2023.

Dalam pengelolaan Plaza Hamzanwadi, pemerintah daerah memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada masyarakat Pancor.

Langkah ini diambil untuk memastikan semua warga dapat bersama-sama menjaga dan merawat tempat ini agar terhindar dari hal-hal yang dapat mencoreng nama baik Pancor.

Bupati Sukiman juga berharap agar semua tokoh, termasuk camat, lurah, dan masyarakat Pancor dapat bergandengan tangan dalam mengelola Plaza Hamzanwadi ini.

Baca Juga :  Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Dengan adanya keterlibatan semua pihak, diharapkan Plaza Hamzanwadi akan menjadi tempat yang aman, indah, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Pancor.

“Penggunaan dan pengelolaan Plaza Hamzanwadi ini akan kita bahas lebih lanjut, dan kami akan menyerahkan kewenangan pengelolaannya kepada masyarakat Pancor. Apakah itu akan dilakukan melalui organisasi Pancor Bersatu atau di bawah naungan Lurah, kita akan mempertimbangkan dengan baik,”terang Bupati Sukiman.

Dengan perubahan nama dan penyerahan pengelolaan ke tangan masyarakat, Plaza Hamzanwadi diharapkan akan menjadi simbol kebanggaan dan penghormatan bagi pahlawan nasional serta menjadi tempat yang dijaga dengan baik oleh seluruh komunitas Pancor. (*)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA