Kenaikan Pajak hingga 1000 Persen, Bapenda Lombok Timur Siapkan Diskon dan Pengaduan

Rabu, 3 Juli 2024 - 19:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bidang PBB P2 Bapenda Lombok Timur. (sumber: istimewa)

Petugas Bidang PBB P2 Bapenda Lombok Timur. (sumber: istimewa)

LOMBOKINI.com – Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) di Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2024, pajak ini naik hingga 1000 persen, sehingga menjadi polemik di tengah masyarakat.

Untuk diketahui, pada tahun 2023, target PBB P2 ditetapkan sebesar Rp 15 miliar. Target ini meningkat menjadi Rp 23 miliar pada tahun 2024, meningkat sebesar Rp 8 miliar dari tahun sebelumnya.

Meningkatnya target PAD PBB P2 ini, beberapa wajib pajak mengalami kenaikan hingga 1000 persen dari nilai pajak tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang PBB P2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur, M Tohri Habibi, mengakui adanya lonjakan kenaikan PBB P2 tersebut. Namun, tidak semua Wajib Pajak (WP) mengalami kenaikan.

Dasar hukum perubahan tarif PBB P2 adalah Peraturan Bupati (Perbup) No. 31 Tahun 2023 tentang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2023 tentang pajak daerah, dan Perbup No. 9 Tahun 2024 tentang PBB.

“Oleh karena itu, pajak yang sebelumnya hanya Rp 15 ribu bisa melonjak menjadi Rp 121 ribu per objek pajak,” kata Tohri, Rabu 3 Juli 2024.

Baca Juga :  BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Ia menjelaskan, bahwa Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) terbaru yang dibuat oleh Bapenda telah disesuaikan berdasarkan NJOP.

Kenaikan pajak tersebut, menurut Tohri, mungkin dirasakan berat oleh sebagian warga karena sosialisasi yang kurang maksimal. “NJOP terbaru diterbitkan sejak Agustus 2023 berdasarkan Perbup yang ditandatangani oleh Bupati,”ungkapnya.

Tohri menjelaskan, NJOP ini diperlukan berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari 2019-2021 dan monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). NJOP sangat penting untuk meningkatkan nilai pajak dan membantu ekonomi pemerintah serta masyarakat.

Pemerintah Daerah Lombok Timur sudah melakukan survei zona objek pajak yang muncul dalam bentuk SK Bupati 2014. Survei ini dilakukan tanpa konsultan appraisal karena keterbatasan anggaran daerah.

“Dengan menggunakan peta NJOP hasil survei zona tanah, pemerintah daerah mengeluarkan Perbup NJOP yang mengacu pada zona nilai tanah tersebut,”bebernya.

Sementara itu, Manfaat NJOP adalah memilah jumlah pajak berdasarkan luas tanah dan kondisi bangunan.

Bangunan yang lebih bagus dan mewah akan dikenakan pajak lebih tinggi. PBB P2 juga menggunakan aplikasi standar nasional yang semestinya diperbarui setiap tiga tahun sekali. Namun, di Lombok Timur, hal ini belum pernah dilakukan.

Baca Juga :  BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Tohri Habibi mengakui bahwa banyak wajib pajak yang terkejut dengan perubahan nilai SPPT. Oleh karena itu, Bapenda menerapkan manajemen risiko. Beberapa daerah lain belum berani menaikkan NJOP, namun Lombok Timur berani melakukannya karena adanya Perda baru.

Meskipun ada yang naik, banyak juga pajak yang turun. “Contohnya, pajak tanah di Terara yang sebelumnya Rp 2 juta per hektar sekarang menjadi Rp 600 ribu per hektar. Padahal, nilai jual tanah tersebut mencapai Rp 3 miliar,”katanya.

Untuk itu, bagi wajib pajak yang mengalami kenaikan hingga 1000 persen, mereka bisa mengajukan pengaduan jika merasa pajaknya terlalu mahal.

Jika terdapat kesalahan teknis dalam perhitungan pajak, Bapenda siap menerima pengaduan dan memberikan diskon atau potongan nilai pajak.

Tohri pun mengakui bahwa kondisi data saat ini masih jauh dari yang diharapkan, terutama di Pancor. Sebab itu, Bapenda terbuka untuk menerima pengaduan warga dan siap memberikan solusi, termasuk potongan nilai pajak jika diperlukan.

“Kami persilakan warga mengajukan pengaduan secara kolektif melalui pemerintah desa setempat,” pungkasnya.***

Berita Terkait

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA
Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita
KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur
KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:58 WITA

Kejari Lombok Timur Dalami Kasus Lima Kades Diduga Gelapkan Dana Desa

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA