LOMBOKINI.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur (Lotim) hanya mengoperasikan enam unit armada dari total 12 mobil pemadam yang dimilikinya. Gangguan teknis kerap menghambat keenam unit tersebut saat bertugas.
Kepala Dinas Damkarmat Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, mengungkapkan bahwa pengadaan lama tahun 1994 mendominasi rata-rata mobil pemadam. Kondisi teknis hanya memungkinkan unit-unit itu beroperasi seadanya. Dinas terakhir kali meremajakan armada pada 2019, itupun hanya dua unit.
Menurut Lalu Dami, kondisi ini tidak ideal untuk menjangkau wilayah Lombok Timur yang luas. Karena itu, ia mendorong pengadaan mobil pemadam baru melalui program pokok-pokok pikiran (Pokir) atau usulan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
“Kami sangat berharap DPRD Lombok Timur peduli lewat Pokirnya. Jika di tiap daerah pemilihan (dapil) dewan bisa menganggarkan pengadaan mobil damkar berkapasitas 1.000 liter untuk ditempatkan di tiap kecamatan, itu sudah sangat luar biasa bagi kami,” ujar Lalu Dami di Selong, Selasa 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, keterbatasan armada menghambat pencapaian Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebakaran. Aturan mewajibkan petugas memasang alat pelindung diri (APD) sebelum berangkat dan tim Damkar harus tiba di lokasi maksimal 15 menit setelah menerima laporan. Padahal, karakteristik api menjalar dengan kecepatan rata-rata setiap dua menit.
“Jika ada armada di tiap kecamatan, maka saat terjadi kebakaran, kecamatan terdekat bisa langsung saling membackup. Respons bisa jauh lebih cepat,” jelasnya.
Lalu Dami menambahkan, idealnya setiap kecamatan di Lombok Timur menerima satu unit mobil Damkar berkapasitas 4.000 liter agar pelayanan maksimal.

Tiga Titik Rawan Kebakaran
Lalu Dami memetakan tiga titik rawan utama kebakaran dengan ancaman berbeda. Wilayah Sembalun dan Sambelia rawan kebakaran lahan. Wilayah tengah rawan kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk, terutama saat musim kemarau. Wilayah selatan memiliki risiko tinggi kebakaran saat musim oven tembakau tiba.
Insiden kebakaran besar di Pasar Pringgabaya beberapa waktu lalu menjadi cermin rapuhnya sistem proteksi kebakaran. Armada lokal yang tidak mumpuni memaksa petugas menunggu bantuan dari Kabupaten Lombok Tengah. Bantuan tersebut akhirnya berhasil memadamkan api.
Dengan kondisi ini, DPRD Lombok Timur harus segera merespons usulan pengadaan armada melalui dana pokir guna meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebakaran di wilayah tersebut. ***
Penulis : Najamudin Anaji







