144 Desa di Lombok Timur Terkendala Lahan untuk Gerai Koperasi Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson. (Foto: Lombokini.com).

Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sebanyak 144 desa dan kelurahan di Kabupaten Lombok Timur terkendala lahan untuk membangun gerai fisik Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KMP). Syarat kepemilikan lahan minimal 10 are (1.000 m²) menjadi hambatan utama.

Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, memaparkan rincian kendala tersebut dalam rapat koordinasi dengan seluruh kepala desa di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis 22 Januari 2026.

Baca Juga :  Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Dandim Eky menyampaikan, dari 144 desa itu, 36 desa hanya memiliki lahan di bawah 10 are. Sebanyak 22 desa lainnya lahannya tertutup bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 24 desa memiliki lahan di lokasi tidak strategis.

“Sebanyak 14 titik tidak memiliki lahan sama sekali. Ada pula 15 titik yang masih dalam proses tukar guling dan 8 titik dalam proses perizinan karena asetnya masih milik pemerintah provinsi,” jelasnya.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Dia menegaskan, program ini merupakan program strategis nasional berdasarkan Inpres Nomor 17 Tahun 2025. Kodim 1615/Lotim bertindak sebagai penyedia lapangan, sementara PT Agrinas pusat menangani pembangunan fisik.

Persyaratan menetapkan lahan harus berupa tanah milik negara atau desa, bukan tanah perseorangan, adat, atau tanah sengketa.

Hingga kini, 93 desa telah masuk dalam tahap pembangunan pertama. Dari jumlah itu, 72 desa sudah memulai pembangunan gerainya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA