Di Balik PAD Meningkat, Darurat di RSUD Selong: Obat Kosong, Nakes Tak Dibayar

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD R. Soedjono Selong. (Foto: Lombokini.com).

RSUD R. Soedjono Selong. (Foto: Lombokini.com).

IT99 desak audit RSUD Soedjono Selong, IGD Kosong Obat hingga Tenaga Kesehatan Tercekik Tunggakan

LOMBOKINI.com – Lembaga Investigasi IT99 mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk segera mengaudit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong. Mereka menyoroti krisis multidimensi di rumah sakit utama itu yang telah membahayakan keselamatan pasien dan mencekik tenaga kesehatan.

IGD Kosong Obat, Nyawa Pasien Kritis Terancam

Investigasi IT99 menemukan kondisi darurat di rumah sakit rujukan tersebut. Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengalami kekosongan stok obat-obatan emergensi. Kondisi ini langsung meningkatkan risiko kematian pasien kritis.

“Temuan paling mengkhawatirkan adalah kekosongan obat emergensi di IGD. Kondisi ini langsung mengancam nyawa pasien yang datang dalam keadaan kritis,” tegas ketua Lembaga IT99, Hadiayat Dinata, Rabu 4 Februari 2026 di Selong.

Tunggakan Gaji Berbulan-bulan Tekan Nakes, Pasien Beli Obat Sendiri

Krisis tidak hanya pada ketersediaan obat. Manajemen RSUD juga menunggak pembayaran jasa medis dokter, perawat, dan tenaga penunjang selama berbulan-bulan. Tunggakan ini menciptakan tekanan psikologis dan ekonomi bagi para pekerja garis depan.

Akibatnya, pasien-termasuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-terpaksa membeli obat secara mandiri di luar rumah sakit. Praktik ini melanggar prinsip pelayanan kesehatan yang adil dan merata.

Baca Juga :  TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat

Tunggakan Jaringan hingga Utang Menumpuk, Tata Kelola Dipertanyakan

Layanan pendukung seperti jaringan internet sempat terputus diduga akibat tunggakan lain. Pemutusan ini mengganggu sistem rekam medis elektronik dan proses klaim.

Di balik semua ini, RSUD juga menumpuk utang dalam jumlah sangat besar kepada puluhan distributor farmasi. IT99 menilai hal ini mencerminkan kegagalan serius tata kelola keuangan publik dan lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

“Rantai tanggung jawab krisis ini melibatkan kebijakan lintas waktu yang mencakup pimpinan rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Hak pasien dan tenaga medis dikorbankan akibat buruknya manajemen,” tambah Hadiayat.

Desakan Audit dan Pertanggungjawaban Pejabat

IT99 pun mempertanyakan efektivitas alokasi dana bagi hasil cukai tembakau untuk sektor kesehatan. Mereka menyoroti fokus manajemen yang dianggap lebih sibuk memutasikan staf daripada menyelesaikan krisis mendasar.

Lembaga itu mendesak pemerintah membuka data pengadaan obat dan meminta pertanggungjawaban administratif serta politik dari seluruh pejabat terkait.

Kasus RSUD ini menunjukkan bahwa tingginya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak otomatis menjamin perlindungan hak hidup masyarakat. Tanpa pembenahan tata kelola, krisis serupa akan terus berulang.

Baca Juga :  Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Ironi: PAD Lombok Timur Meningkat, Kesehatan Terabaikan

Desakan audit ini muncul di tengah capaian PAD Kabupaten Lombok Timur yang justru positif. Realisasi PAD tahun 2025 mencapai 98,79 persen atau Rp 549,8 miliar dari target Rp 556,5 miliar. Pendapatan tertinggi berasal dari sektor pajak dan retribusi daerah yang mencapai Rp 206,695 miliar.

“Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencapai Rp 26,423 miliar atau sekitar 101,63 persen dari target Rp 26 miliar,” ungkap Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik, Kamis 1 Januri 2026 lalu.

Capaian ini berpotensi mendapat penghargaan nasional, namun berbanding terbalik dengan kondisi krisis di rumah sakit daerah.

Tim Lombokini.com berupaya mengonfirmasi Direktur RSUD R. Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, Sp. Rad., namun belum berhasil hingga berita ini diturunkan.

Saat dijumpai di ruang kerjanya, direktur yang akrab disapa dr. Anjas tersebut tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui telepon selularnya pun tidak mendapat tanggapan..***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kejari Lombok Timur Dalami Kasus Lima Kades Diduga Gelapkan Dana Desa
BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA
Digerebek Warga, Pria Ngamar dengan Istri PMI ini Ngumpet di Bawah Meja Dapur
Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita
KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur
KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion
Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:14 WITA

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WITA

KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:20 WITA

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:39 WITA

Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Berita Terbaru

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA