PMII Lotim Kembali Tuntut Kejelasan Dugaan Keracunan Siswa Program MBG

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMII Lotim Kembali Tuntut Dinkes Soal Kejelasan Dugaan Keracunan Siswa Program MBG, Kamis 15 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com).

PMII Lotim Kembali Tuntut Dinkes Soal Kejelasan Dugaan Keracunan Siswa Program MBG, Kamis 15 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur kembali menggelar demonstrasi di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat, Kamis 15 Januari 2026. Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti tuntutan kejelasan dan transparansi penanganan kasus dugaan keracunan massal siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgabaya.

Koordinator aksi, Yogi Setiawan, menegaskan aksi lanjutan ini sebagai bentuk kekecewaan. “Pada aksi sebelumnya, kami sudah menuntut kejelasan. Namun, sampai hari ini, penjelasan yang diberikan belum menjawab substansi persoalan,” tegasnya.

Selain itu, PMII juga menyoroti kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola dapur MBG. Mereka mempertanyakan jumlah SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Jangan sampai ada permainan dalam proses penerbitan sertifikat,” kata Yogi.

Baca Juga :  Urus SIM Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi SINAR, Satpas Polres Lombok Timur Imbau Warga Manfaatkan Layanan Online

Koordinator Lapangan, M. Ihwan Fajar, kemudian menyebut dua persoalan utama yang belum terjawab.

“Pertama, tidak adanya nama MBG Pringgabaya dalam data resmi. Kedua, tidak adanya kejelasan hasil uji laboratorium,” sebutnya.

Ia menilai, perbedaan informasi antara publik dan penjelasan resmi Dikes Lotim akhirnya menimbulkan kecurigaan serius.

Baca Juga :  Potensi Retribusi Sampah Dapur MBG di Lombok Timur Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Menanggapi tuntutan itu, Kepala Dikes Lotim, Lalu Aries Fahrozi, mengungkapkan pihaknya telah menerbitkan data MBG melalui Sistem Layanan Higiene Sanitasi. Dari 165 SPPG yang mengajukan, menurutnya, 134 tercatat dalam sistem.

Namun, terkait hasil uji laboratorium, Aries menyatakan hal itu berada di luar kewenangannya. “Untuk hasil uji lab itu merupakan kewenangan satuan tugas,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kewenangan struktural dan teknis SPPG sepenuhnya berada di bawah Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Dikes Lotim hanya berperan dalam koordinasi lintas sektor. ***

Berita Terkait

Potensi Retribusi Sampah Dapur MBG di Lombok Timur Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Polisi Pastikan Pria yang Ditemukan di Pinggir Jalan Pringgabaya Bukan Korban Begal
Ekonomi Lombok Timur Tumbuh Positif 7 Persen, Pertanian Jadi Penggerak Utama
Bupati Haerul Warisin Lepas Kafilah Lombok Timur ke MTQ XXXI di Lombok Tengah, Janjikan Bonus Tambahan Rp1 Miliar
Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset
Siasati Keterbatasan Fasilitas, Lapas Selong Gandeng Pihak Ketiga Berdayakan Warga Binaan di Dapur MBG
Urus SIM Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi SINAR, Satpas Polres Lombok Timur Imbau Warga Manfaatkan Layanan Online
Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:30 WITA

Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:19 WITA

Ali BD Kritik Pemborgolan Abah Uhel: Perkaranya Utang Biasa, Bukan Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 13:14 WITA

RSUD Praya Bekali 103 Sopir Ambulans Desa Bantuan Hidup Dasar

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:13 WITA

Pemkab Lombok Tengah dan Lombok Timur Sepakati Kerja Sama Penanganan Kebakaran di Perbatasan

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:27 WITA

Gubernur NTB Prioritaskan Perbaikan Hulu untuk Atasi Banjir Berulang

Jumat, 28 November 2025 - 15:32 WITA

DLHK Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Lahan di Kawasan Hutan Pujut

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:49 WITA

BPBD Lombok Tengah Susun Payung Hukum Penanggulangan Bencana 2025-2029

Minggu, 12 Oktober 2025 - 16:56 WITA

Rumah Warga Rusak Diterpa Cuaca Ekstrem di Lombok Tengah

Berita Terbaru