Tragedi Sumatera Jadi Cermin, NTB Didorong Berbenah Sebelum Bencana Tiba

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi Sumatera Jadi Cermin, NTB Didorong Berbenah Sebelum Bencana Tiba. (Foto: Lombokini.com).

Tragedi Sumatera Jadi Cermin, NTB Didorong Berbenah Sebelum Bencana Tiba. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pegiat lingkungan Angga Setio Utomo menyoroti gelombang bencana di Sumatera sebagai peringatan keras bagi NTB. Menurutnya, daerahnya juga rentan terhadap bencana ekologis serupa.

“Ini bukan hanya duka bagi Aceh atau Sumatera. Ini duka kita bersama sebagai bangsa,” ujar Angga, Senin 14 Desember 2025.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan sedikitnya 990 orang. Sebanyak 5.400 orang luka-luka dan 220 orang masih hilang.

Baca Juga :  Ekspansi Tambak Udang Ancam Selat Alas, Yayasan JARI dan WMC Dorong Aksi Kolektif Perempuan Pesisir

Bencana tersebut melanda 52 kabupaten/kota, merusak ribuan fasilitas publik, dan mengungsikan sekitar 800 ribu warga.

Angga mengingatkan banjir bandang yang melanda bantaran Kali Ancar dan Kali Jangkuk di Mataram pada 6 Juli 2025 lalu. Dia menjelaskan, cuaca ekstrem yang diperburuk degradasi lingkungan dan alih fungsi lahan mengancam banyak wilayah, termasuk NTB.

Baca Juga :  Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

“Intinya mari bekerja sama, bahu-membahu, gotong royong menjaga lingkungan dan alam NTB yang kita cintai ini,” serunya.

Ia menekankan, penanganan darurat oleh pemerintah harus sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat. Pencegahan dari hulu, menurutnya, adalah kunci agar bencana tidak terus berulang dengan skala lebih besar.

Angga berharap tragedi di Sumatera menjadi cermin bagi semua pihak di NTB untuk berbenah sebelum bencana datang tanpa peringatan. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekspansi Tambak Udang Ancam Selat Alas, Yayasan JARI dan WMC Dorong Aksi Kolektif Perempuan Pesisir
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
Tata Kelola Pesisir: FGD Katadata Green Rumuskan Solusi Inklusif dan Berkelanjutan di Lombok Timur
LRC Perkuat Kapasitas 20 Sekdes di Lombok Timur untuk Mitigasi dan Adaptasi Iklim
Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang
Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia
Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:59 WITA

Ekspansi Tambak Udang Ancam Selat Alas, Yayasan JARI dan WMC Dorong Aksi Kolektif Perempuan Pesisir

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WITA

Tata Kelola Pesisir: FGD Katadata Green Rumuskan Solusi Inklusif dan Berkelanjutan di Lombok Timur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WITA

LRC Perkuat Kapasitas 20 Sekdes di Lombok Timur untuk Mitigasi dan Adaptasi Iklim

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Berita Terbaru

Pengurus Pusat IKA Unram Periode 2021-2025. (Foto: Lombokini.com)

Berita

Alumni Unram Pertanyakan Keterlambatan Munas IKA Unram

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:48 WITA