LOMBOKINI.com – Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., secara resmi menyambut kedatangan ulama muda terkemuka dari Universitas Al-Azhar Kairo, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah, Sabtu 17 Januari 2026. Kemudian, pertemuan tersebut berlangsung dalam Seminar Internasional di Aula IAIH Pancor.
Seminar ini sendiri mengusung tema strategis “Pembentukan Karakter Generasi Islam melalui Integrasi Hikmah, Ilmu, dan Akhlak”. Acara itu berhasil menarik ratusan santri dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, TGB menegaskan bahwa kehadiran Syaikh Alaa mencerminkan kedekatan emosional dan intelektual yang kuat antara Al-Azhar dengan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Perlu diketahui, Syaikh Alaa sendiri merupakan anggota Dewan Pakar PB NWDI.
“Kehadiran beliau menunjukkan kecintaan dan kepercayaan Al-Azhar terhadap institusi kita. Lebih jauh, beliau hadir sebagai representasi Al-Azhar yang selama lebih dari seribu tahun menjadi menara ilmu dan benteng Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar TGB.
Seminar ini selanjutnya memfokuskan pembahasan pada konsep Tansyi’atul Ajyal atau pendidikan generasi muda. Dalam paparannya, TGB merujuk pada kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali sebagai fondasi dalam mendidik pemuda. Ia lalu menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus membarengi penataan karakter yang kokoh.
“Oleh karena itu, tema ini adalah perhatian utama para ulama kita sejak dahulu. Artinya, generasi muda harus membekali diri dengan nilai-nilai dasar, hikmah, ilmu, dan akhlak agar mampu menjadi bagian dari umat terbaik (Khairul ummah),” tegas Ketua Umum PB NWDI tersebut.
Sebelumnya, Maulana Syaikh Alaa Mustofa Na’imah telah memberikan kuliah umum di MDQH NWDI Pancor. Pada sesi itu, ia membedah kitab karangannya yang mengulas Qawaidul Fiqhiyyah (Kaidah-Kaidah Fiqh), khususnya lima kaidah asasi yang menjadi pilar dalam syariat Islam.
Sebagai penutup, TGB mengharapkan kehadiran ulama dari Al-Azhar dapat memperluas cakrawala keilmuan para santri dan mahasiswa di lingkungan Pancor. Melalui langkah ini, ia berharap dapat memperkuat misi dakwah Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin di Indonesia. ***
Penulis : Najamudin Anaji







