Tekan Salah Sasaran, Lombok Timur Jadi Pilot Project Perluasan Digitalisasi Bansos Nasional

Senin, 4 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Lombok Timur ditunjuk menjadi satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia sebagai lokasi perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional tahun 2026.

Kabupaten Lombok Timur ditunjuk menjadi satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia sebagai lokasi perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional tahun 2026.

 

LOMBOKINI.com — Kabupaten Lombok Timur ditunjuk menjadi satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia sebagai lokasi perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional tahun 2026.

Program yang digagas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran penerima melalui pendaftaran mandiri dan verifikasi biometrik.

Agenda uji coba ini diawali dengan sosialisasi selama dua hari di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur. Saat membuka acara, Asisten I Setda Lombok Timur, H. Ahyan, mengonfirmasi bahwa daerahnya memiliki lebih dari 145 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk berbagai program bansos. Namun, ia mengakui tata kelola di lapangan masih dibayangi berbagai hambatan.

“Di Lombok Timur ada 145 ribu lebih KPM PKH dan sembako. Namun, tantangan penyaluran masih berkisar pada data yang lambat diperbarui, keterlambatan distribusi, hingga masalah salah sasaran. Langkah digitalisasi melalui Portal Perlinsos ini sejalan dengan visi transformasi digital pelayanan publik daerah,” ujar Ahyan.

Melalui Portal Perlinsos, masyarakat yang terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat mendaftar mandiri beserta keluarganya secara digital. Sementara bagi warga yang tidak memiliki gawai pintar, proses pendaftaran akan difasilitasi oleh Agen Perlinsos yang telah disiagakan.

Baca Juga :  Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau

Perwakilan KPTDP RI, Samuel Prayoga Tampubolon, memaparkan bahwa target pendataan di Lombok Timur menyasar sekitar 400 ribu kepala keluarga. Sistem baru ini mengintegrasikan teknologi pemindaian wajah yang langsung dicocokkan dengan database kependudukan untuk menghitung tingkat kelayakan pemohon.

Samuel membeberkan bahwa evaluasi bansos tingkat nasional menunjukkan angka ketidaktepatan sasaran yang masih cukup tinggi, sehingga pembenahan sistem menjadi hal yang mendesak.

“Dari total alokasi bansos nasional sekitar Rp78 triliun, diperkirakan masih ada 45 persen yang salah sasaran. Melalui digitalisasi ini, kami menargetkan kekeliruan data bisa ditekan hingga di bawah 20 persen, atau idealnya di bawah 10 persen,” jelas Samuel.

Kendati demikian, mekanisme lama seperti aplikasi Cek Bansos, peran operator desa, dan pendamping PKH tetap dipertahankan sebagai instrumen pendukung selama masa transisi. Hasil dari uji coba ini ditargetkan mulai diterapkan untuk menyaring penerima bansos paling cepat pada Triwulan IV 2026 atau paling lambat Triwulan I 2027.

Baca Juga :  DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial Lombok Timur, Dedi Kurniawan, menjabarkan dimensi strategis dari program perluasan uji coba tersebut sebelum diadopsi secara masif.

“Uji coba ini bertujuan meningkatkan akurasi penerima, menguji kesiapan sistem identitas digital publik, serta mematangkan tata kelola digitalisasi bansos sebelum nantinya diimplementasikan secara nasional,” urai Dedi.

Kegiatan sosialisasi ini dibagi menjadi dua tahapan. Hari pertama difokuskan untuk pemaparan program kepada 349 peserta dari unsur kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, dan forum kawil.

Sedangkan hari kedua dioptimalkan untuk agenda Training of Trainer (ToT) bagi 401 Agen Perlinsos yang melibatkan para pendamping PKH, operator desa, serta tenaga sukarelawan sosial guna mengawal implementasi teknis di masyarakat.

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:52 WITA

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA