Program Cleansing Tenaga Honorer Pemerintah Mendapat Tanggapan Beragam dari Dunia Pendidikan

Senin, 22 Juli 2024 - 07:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar pendidikan Unnes, Edi Subkhan. (Foto: instagram/@edi_subkhan)

Pakar pendidikan Unnes, Edi Subkhan. (Foto: instagram/@edi_subkhan)

LOMBOKINI.com – Program pemerintah untuk mengurangi tenaga honorer melalui program cleansing mendapat tanggapan beragam dari kalangan pendidikan. Edi Subkhan, Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengkritik tindakan tersebut sebagai tidak berperikemanusiaan.

“Perusahaan yang sifatnya profit saja kalau mau pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah diberitahukan jauh-jauh hari. Jadi karyawan paham dan dapat mempersiapkan mental dan ekonominya. Ini di institusi pendidikan kok malah tidak manusiawi,” tutur Edi, Sabtu (20/7/2024).

Namun, Edi juga mengakui bahwa pengangkatan guru honorer oleh sekolah selama ini relatif problematis. Banyak kasus menunjukkan bahwa proses seleksi tidak proper dan cenderung nepotis karena kedekatan dengan kepala sekolah.

Akibatnya, banyak guru honorer yang tidak memiliki kualifikasi standar, meskipun ada juga yang berkualifikasi tinggi.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah mestinya sesuai skenario awal yakni guru honorer yang di sekolah-sekolah negeri diberi kesempatan jadi PNS dan jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga tetap ada seleksi untuk menjaga mutu guru,” kata Edi.

Edi juga mengusulkan agar pemerintah memberikan batas waktu yang jelas bagi guru honorer untuk mengikuti seleksi PPPK. Jika tidak tertampung, pemerintah dapat membantu menyalurkan mereka ke sekolah lain yang membutuhkan, baik negeri maupun swasta, terutama di daerah yang kekurangan guru termasuk daerah terpencil.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

“Tidak mudah memang, karena guru honorer biasanya sudah tinggal di tempat yang terjangkau ke sekolahnya. Jadi agak sulit untuk pindah tempat, apalagi biasanya orang cenderung mencari kemapanan karir dan tempat tinggal,” jelasnya.

Posko Pengaduan Dibuka untuk Guru Honorer yang Terkena Kebijakan Cleansing
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta membuka posko pengaduan selama seminggu mulai Kamis, 18 Juli 2024 sampai Kamis, 25 Juli 2024 untuk mengakomodasi para guru honorer yang terkena kebijakan cleansing. Selama dua hari posko pengaduan dibuka, sudah ada 100 pengadu baru.

“Total aduan yang masuk mencapai 207 dan kemungkinan masih bisa bertambah lagi. Kemarin ada 100 pelapor baru. Kalau di posko lama ada 107 pengaduan ke P2G,” kata Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri.

Baca Juga :  BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan

Dampak Kebijakan Cleansing pada Guru Honorer

Nabila, seorang guru honorer di salah satu sekolah negeri di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menjadi korban kebijakan cleansing akibat masuknya guru PPPK di sekolah tersebut.

Ia, yang telah bekerja lebih dari setahun, merasa kecewa karena tidak diberitahu jauh-jauh hari untuk mencari sekolah baru.

“Tidak ada pemberitahuan. Tepatnya kemarin awal bulan Mei kedatangan guru PPPK yang akan mengajar di kelas saya. Saya diberi waktu sampai kenaikan kelas, yaitu sampai bulan Juni, untuk menyelesaikan tugas,” kata Nabila.

Nabila tidak bisa keluar dari sekolah begitu saja karena terhalang peraturan Dapodik. Akhirnya, ia dipindah tugas menjadi petugas perpustakaan hingga memperoleh sekolah swasta.

“Untuk semester ini saya sementara waktu ditugaskan di perpustakaan karena kabar yang beredar guru honorer tidak bisa dikeluarkan, tetapi saya disuruh mencari sekolah swasta agar Dapodik saya masih bisa ditarik,” ungkapnya. ***

Penulis : Ong

Sumber Berita : nu.or.id

Berita Terkait

BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:14 WITA

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WITA

KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:20 WITA

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:39 WITA

Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Berita Terbaru

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA