Pilkada NTB 2024, Pathul Sebut Surat Rekomendasi Gerindra Belum Final

Rabu, 24 Juli 2024 - 22:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bakal Calon Pemilihan Kepala Daerah (Bacakada) di NTB pada Pilkada serentak 2024. (foto: Ong/google)

Ilustrasi Bakal Calon Pemilihan Kepala Daerah (Bacakada) di NTB pada Pilkada serentak 2024. (foto: Ong/google)

LOMBOKINI.com – Masih terbuka peluang pergantian Bakal Calon Kepala Daerah (Cakada) di NTB pada Pilkada serentak 2024. Meskipun beberapa calon telah menerima rekomendasi dan surat tugas, posisi mereka belum sepenuhnya aman.

Untuk dapat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki B.1-KWK, bukan hanya surat rekomendasi atau surat tugas. Salah satu contohnya adalah kader Gerindra yang saat ini berstatus Bacakada.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Lalu Pathul Bahri, mengatakan surat tugas yang diterima beberapa minggu lalu belum final. Arah rekomendasi partai masih bisa berubah.

Pathul menjelaskan surat tugas yang diterima oleh beberapa bakal calon dari kader Gerindra adalah bagian dari proses menuju B.1-KWK untuk pendaftaran di KPU, baik untuk Pilgub, Pilbup, maupun pemilihan Wali Kota.

Baca Juga :  DPD PDIP NTB Peringati 30 Tahun Kudatuli, Refleksi Perjuangan Demokrasi

Menurutnya, masih terdapat gejolak di beberapa daerah terkait arah rekomendasi partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Dalam politik, klaim-mengklaim antara satu pihak dengan pihak lainnya adalah hal yang biasa terjadi.

“Namun, setiap anggota partai politik tentunya memiliki referensi. Ada survei yang menilai elektabilitas, kapabilitas, hingga kelayakan. Jadi, ada penilaian khusus dari partai untuk menentukan calon yang akan diusung”, kata Pathul Bahri, Rabu, 24 Juli 2024.

Dia menegaskan bahwa semua bakal calon yang menerima surat tugas memiliki kewajiban untuk melakukan survei dan menentukan pasangan. Jika semua persyaratan terpenuhi, DPP akan mengeluarkan B.1-KWK untuk pendaftaran di KPU.

“Tidak menutup kemungkinan ada perubahan arah dukungan karena berbagai faktor. Misalnya, jika terjadi turbulensi, maka arah dukungan bisa berubah,” jelasnya.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Kalaupun di beberapa daerah terdapat lebih dari satu kader Gerindra yang maju, partai akan mempertimbangkan berbagai aspek. Meskipun diakui bahwa dalam politik, ini adalah pekerjaan yang cukup berat.

“Contohnya, dalam satu kabupaten ada tiga atau empat calon. Hal ini membuat kami repot, tetapi sikap harus diambil, seburuk dan sepahit apa pun itu. Ketika partai politik mengambil sikap, tentunya akan ada pihak yang tidak puas,” ujarnya.

Pathul juga menyampaikan bahwa apa pun keputusan partai harus dijalankan karena itulah yang terbaik. Meskipun ada yang merasa kecewa dengan keputusan partai, menurutnya, itu adalah yang terbaik.

“Keputusan partai adalah bagian dari kehendak Tuhan,” tutupnya.***

Penulis : Ong

Berita Terkait

DPD PDIP NTB Peringati 30 Tahun Kudatuli, Refleksi Perjuangan Demokrasi
Rumah Aspirasi Lombok Timur Diresmikan, Rachmat Hidayat: Kawal Keluhan Warga hingga Tuntas
PDIP Lombok Tengah Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis Peringati Bulan Bung Karno
Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027
DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal
Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset
Mori Hanafi Dinilai Miliki Modal Politik Mengilap untuk Pilgub NTB 2029
Mi6: Oke Wiredarme Hadirkan Warna Baru dalam Bursa Musda Demokrat NTB

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru