Pedagang Pasar Paok Motong Resah, Pol PP Tertibkan Pasar Bayangan

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang Pasar Paok Motong Resah, Satpol PP Lombok Timur Tertibkan Pasar Bayangan. (Foto: Lombokini.com).

Pedagang Pasar Paok Motong Resah, Satpol PP Lombok Timur Tertibkan Pasar Bayangan. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Daerah Lombok Timur melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) bersama Dinas Perdagangan menertibkan pasar bayangan yang warga setempat buat di sekitar Pasar Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Selasa 25 November 2025. Keberadaan pasar tanpa izin itu memicu keresahan di kalangan pedagang pasar.

Kasat Pol PP Lotim, Salmun Rahman, membenarkan aksi penertiban tersebut. Ia menegaskan bahwa warga membangun lapak dan tempat parkir liar di area pasar.

“Memang betul ada warga yang membuat lahan parkir dan pasar bayangan di areal pasar. Makanya itu yang kami tertibkan,” tegas Salmun.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Ia menjelaskan, para pelaku usaha liar itu juga tidak pernah menyetor kontribusi ke kas daerah. Pihaknya pun langsung memberikan peringatan.

“Kami ingatkan agar mereka mentaati aturan yang ada. Setelah kami ingatkan, warga tersebut akhirnya mengerti dan langsung membongkar lapak serta tempat parkir itu sendiri,” ujarnya.

Salmun menambahkan, pihaknya memperbolehkan masyarakat beraktivitas asalkan mematuhi regulasi. Menurutnya, Pasar Paok Motong memang perlu penataan.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Senada dengan Salmun, Kepala Dinas Perdagangan Lotim, H. Hadi Fathurrahman, menyatakan bahwa pasar bayangan itu telah menimbulkan masalah. Ia menuding para pelaku pasar bayangan berusaha mengajak pedagang lain untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Itu yang kita tertibkan. Keberadaan pasar bayangan ini meresahkan pedagang lainnya, apalagi selama ini mereka belum memberikan kontribusi ke daerah,” tegas Hadi Fathurrahman. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA