LOMBOKINI.com – Warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, membangun jembatan darurat dari bambu secara swadaya. Mereka mengambil inisiatif ini setelah menunggu perbaikan jembatan dari Pemerintah Kabupaten lebih dari sebulan.
Pembangunan mengatasi kesulitan warga beraktivitas ke ladang dan mengaji. Mereka mengumpulkan dana dan bahan secara mandiri.
“Kami sering menerima janji dari pemerintah akan segera membuat jembatan, namun hingga lebih dari sebulan janji itu tidak kunjung terealisasi,” ujar Amaq Yar, inisiator pembangunan, pada Rabu 24 Desember 2025.
Ia menyatakan kekecewaannya karena janji Bupati untuk membangun dalam hitungan hari tidak kunjung pemerintah penuhi.
Meski bersifat sementara, warga kini sudah dapat melintasi jembatan bambu itu dengan sepeda motor untuk mengangkut pupuk dan mengantarkan anak-anak mengaji.
“Warga urunan mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 100.000. Dana terkumpul sekitar Rp2 juta. Ada juga yang menyumbang bambu,” jelas Amaq Yar.
Ia mengaku telah meminta izin kepada Kapolsek setempat dan memperoleh izin, meski Kepala Desa melarang dengan alasan jembatan akan segera pemerintah bangun.
“Nyatanya hingga hari ini mereka tidak kunjung membangunnya,” katanya dengan nada kesal.
Warga berharap Bupati segera merealisasikan janjinya, terlebih di musim hujan.
“Jangan hanya berjanji di depan warga, tanpa realisasi,” pungkasnya.
Jembatan ini merupakan satu-satunya akses ratusan KK dari Dusun Aik Beta ke Dusun Rembiga. Bahkan, jembatan ini menjadi akses tercepat menuju kawasan Puncak Jeringo.
Banjir bandang pada Rabu 19/11) sekitar pukul 14.00 WITA lalu menerjang dan memutus jembatan tersebut. Peristiwa itu mengakibatkan sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) terisolasi.
Untuk beraktivitas menuju Kantor Desa Prigi, warga terpaksa menempuh jalur memutar sejauh 20 kilometer.
Kepala Desa Prigi, Darmawan, menjelaskan, jembatan yang putus itu menghubungkan transportasi desa dari Desa Prigi menuju Desa Puncak Jeringo. Jalan tersebut merupakan satu-satunya penghubung.
Sebelumnya, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, berjanji dalam kunjungannya pada Senin 24 November 2025. Dia berjanji dalam waktu dekat akan memasang jembatan sementara.
“Jembatan ini bisa mobil yang membawa muatan 5 hingga 7 ton lewati,” ungkap Bupati Haerul Warisin di Desa Perigi, Senin 24 November 2025.
Selain itu, pemerintah daerah juga sedang menangani jembatan yang menghubungkan Desa Teko dengan Desa Apitaik.
Pengerjaan jembatan sementara itu hampir rampung dan menelan dana sekitar Rp 1 miliar.
Bupati juga telah berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingat keduanya merupakan dampak bencana.
Ia berharap keberadaan jembatan sementara nantinya dapat kembali menghidupkan geliat ekonomi masyarakat, juga menjaga semangat siswa-siswi sekolah dalam menempuh pendidikan. ***
Penulis : Najamudin Anaji







