ITK NTB Dukung Sikap Tegas Bupati Lombok Timur Lindungi Kedaulatan Pariwisata Lokal

Sabtu, 21 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Sahib - Ketua Presidium ITK NTB dan Pegiat Pariwisata (Foto: Lombokini.com).

Achmad Sahib - Ketua Presidium ITK NTB dan Pegiat Pariwisata (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Presidium Integritas Transformasi Kebijakan (ITK) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung penuh langkah tegas Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

Sebelumnya, video viral memperlihatkan bupati memerintahkan perahu pengangkut wisatawan asing segera meninggalkan perairan Pantai Ekas, Kecamatan Jerowaru.

Ketua Presidium ITK NTB, Achmad Sahib, menegaskan bahwa Bupati Haerul Warisin mengambil sikap ini demi melindungi kepentingan strategis daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi Lombok Timur.

“Bupati bertindak tegas untuk memastikan kedaulatan pariwisata daerah,” tegasnya.

Sahib mengungkapkan, pemandu wisata yang membawa wisatawan asing berasal dari luar daerah. “Mereka memanfaatkan perairan Teluk Ekas untuk berselancar tanpa memberikan keuntungan ekonomi bagi warga setempat. Justru, aktivitas ini merugikan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi selancar seharusnya melayani wisatawan yang menginap di Lombok Timur, bukan sekadar transit di laut. “Sayangnya, gaya komunikasi bupati yang tegas memicu viral kasus ini dan menimbulkan persepsi negatif,” ujarnya.

“Kami sepakat dengan Bupati karena beliau ingin memastikan pariwisata Lombok Timur memberi manfaat nyata. Daerah ini tidak boleh hanya jadi tempat singgah tanpa kontribusi ekonomi,” tambah Sahib di Mataram, Sabtu 21 Juni 2025.

Baca Juga :  Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Sahib menekankan, kehadiran wisatawan asing di Pantai Ekas selama ini tidak berdampak positif. “Aktivitas ini justru menggerus perekonomian lokal. Kami tidak ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalir ke wilayah lain,” tegasnya.

Ia menegaskan, kejadian ini bukan pengusiran. “Bupati tetap mengizinkan selancar asalkan pemandu wisata tidak menaruh jangkar sembarangan dan mendorong wisatawan beristirahat di sekitar lokasi,” jelasnya.

Masyarakat Perlu Bijak, Dinas Pariwisata Harus Turun Tangan

Sahib meminta masyarakat menyikapi persoalan ini dengan bijak. “Media harus menjadi sarana edukasi agar publik paham duduk persoalan sebenarnya,” imbaunya.

Ia mendorong dinas pariwisata kabupaten dan provinsi serta pelaku usaha segera berkoordinasi. “Mereka perlu turun ke lapangan, bangun komunikasi, dan cari solusi bersama,” tegasnya.

Selain itu, Sahib mengingatkan pentingnya penempatan pejabat sesuai kompetensi. “Pemimpin daerah harus utamakan profesionalisme, bukan balas jasa politik,” kritiknya.

Baca Juga :  Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Pariwisata NTB Butuh Kolaborasi, Hindari Polemik Media Sosial

Sahib optimis pariwisata NTB memiliki prospek cerah. “Komitmen menjadikan NTB destinasi dunia sudah dapat respons positif. Namun, kita butuh dukungan semua pihak,”ujarnya.

Ia menyayangkan komentar negatif di media sosial yang memicu polemik. “Netizen harus dorong diskusi produktif, bukan adu pendapat yang memanas,” tegasnya.

Sahib juga mendukung usulan Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, untuk menyusun regulasi terpadu dan zonasi wisata perbatasan.

“Perlu ada batas jelas untuk lokasi selancar agar tidak terjadi konflik,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar isu ini tidak dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. “Jika dibesar-besarkan, kompetitor bisa jadikan ancaman bagi keamanan wisatawan,” ungkapnya.

“Langkah Bupati Lombok Timur sudah tepat, hanya perlu penyesuaian gaya komunikasi. Situasi seperti ini memang butuh ketegasan,” pungkasnya.

Harapannya, kebijakan penataan di Teluk Ekas akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Lombok Timur ke depan.***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA