ITK NTB Dukung Sikap Tegas Bupati Lombok Timur Lindungi Kedaulatan Pariwisata Lokal

Sabtu, 21 Juni 2025 - 13:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Sahib - Ketua Presidium ITK NTB dan Pegiat Pariwisata (Foto: Lombokini.com).

Achmad Sahib - Ketua Presidium ITK NTB dan Pegiat Pariwisata (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Presidium Integritas Transformasi Kebijakan (ITK) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung penuh langkah tegas Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

Sebelumnya, video viral memperlihatkan bupati memerintahkan perahu pengangkut wisatawan asing segera meninggalkan perairan Pantai Ekas, Kecamatan Jerowaru.

Ketua Presidium ITK NTB, Achmad Sahib, menegaskan bahwa Bupati Haerul Warisin mengambil sikap ini demi melindungi kepentingan strategis daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi Lombok Timur.

“Bupati bertindak tegas untuk memastikan kedaulatan pariwisata daerah,” tegasnya.

Sahib mengungkapkan, pemandu wisata yang membawa wisatawan asing berasal dari luar daerah. “Mereka memanfaatkan perairan Teluk Ekas untuk berselancar tanpa memberikan keuntungan ekonomi bagi warga setempat. Justru, aktivitas ini merugikan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi selancar seharusnya melayani wisatawan yang menginap di Lombok Timur, bukan sekadar transit di laut. “Sayangnya, gaya komunikasi bupati yang tegas memicu viral kasus ini dan menimbulkan persepsi negatif,” ujarnya.

“Kami sepakat dengan Bupati karena beliau ingin memastikan pariwisata Lombok Timur memberi manfaat nyata. Daerah ini tidak boleh hanya jadi tempat singgah tanpa kontribusi ekonomi,” tambah Sahib di Mataram, Sabtu 21 Juni 2025.

Baca Juga :  Danrem 162 dan Bupati Lombok Timur Tutup TMMD ke-128

Sahib menekankan, kehadiran wisatawan asing di Pantai Ekas selama ini tidak berdampak positif. “Aktivitas ini justru menggerus perekonomian lokal. Kami tidak ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalir ke wilayah lain,” tegasnya.

Ia menegaskan, kejadian ini bukan pengusiran. “Bupati tetap mengizinkan selancar asalkan pemandu wisata tidak menaruh jangkar sembarangan dan mendorong wisatawan beristirahat di sekitar lokasi,” jelasnya.

Masyarakat Perlu Bijak, Dinas Pariwisata Harus Turun Tangan

Sahib meminta masyarakat menyikapi persoalan ini dengan bijak. “Media harus menjadi sarana edukasi agar publik paham duduk persoalan sebenarnya,” imbaunya.

Ia mendorong dinas pariwisata kabupaten dan provinsi serta pelaku usaha segera berkoordinasi. “Mereka perlu turun ke lapangan, bangun komunikasi, dan cari solusi bersama,” tegasnya.

Selain itu, Sahib mengingatkan pentingnya penempatan pejabat sesuai kompetensi. “Pemimpin daerah harus utamakan profesionalisme, bukan balas jasa politik,” kritiknya.

Baca Juga :  Imigrasi Malaysia Deportasi 10 PMI Ilegal Asal NTB, Disnakertrans: Ada yang Kabur dari Tempat Kerja

Pariwisata NTB Butuh Kolaborasi, Hindari Polemik Media Sosial

Sahib optimis pariwisata NTB memiliki prospek cerah. “Komitmen menjadikan NTB destinasi dunia sudah dapat respons positif. Namun, kita butuh dukungan semua pihak,”ujarnya.

Ia menyayangkan komentar negatif di media sosial yang memicu polemik. “Netizen harus dorong diskusi produktif, bukan adu pendapat yang memanas,” tegasnya.

Sahib juga mendukung usulan Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, untuk menyusun regulasi terpadu dan zonasi wisata perbatasan.

“Perlu ada batas jelas untuk lokasi selancar agar tidak terjadi konflik,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar isu ini tidak dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. “Jika dibesar-besarkan, kompetitor bisa jadikan ancaman bagi keamanan wisatawan,” ungkapnya.

“Langkah Bupati Lombok Timur sudah tepat, hanya perlu penyesuaian gaya komunikasi. Situasi seperti ini memang butuh ketegasan,” pungkasnya.

Harapannya, kebijakan penataan di Teluk Ekas akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Lombok Timur ke depan.***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Dongkrak Sport Tourism dan Ekonomi, Bupati Lepas Ribuan Peserta Be-Rari Half Marathon
Bapenda Lotim Genjot Dua Sektor Pajak Daerah yang Belum Tergarap Maksimal
Sukses Digelar, Bupati Lombok Timur Dorong Festival Peresean Kembang Kuning Diadakan 4 Kali Setahun
Tiga Pemenang Sayembara Desain Gedung MICE Lombok Timur Diumumkan, Hadiah Total Rp 325 Juta
Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
Bupati Lotim Pastikan Mutasi Jabatan Kembali Digelar pada Juli 2026
Gelar Rotasi Pejabat, Bupati Haerul Warisin Tegaskan Demi Kemajuan Lombok Timur
Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:55 WITA

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:37 WITA

KAI Tutup Rakernas 2026 dengan Perayaan HUT ke-18 di NTB

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:05 WITA

LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:33 WITA

BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:51 WITA

Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:17 WITA

Imigrasi Malaysia Deportasi 10 PMI Ilegal Asal NTB, Disnakertrans: Ada yang Kabur dari Tempat Kerja

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:52 WITA

Brigjen TNI Wawan Setiawan Nilai Pelaksanaan TMMD di Lombok Timur Sangat Baik

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:10 WITA

Dandim 1615 Lotim Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Terpadu Ketahanan Pangan

Berita Terbaru