HMI Cabang Selong Jadi Pemantau Pilkada Lombok Timur 2024

Selasa, 24 September 2024 - 22:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong. (Foto: Lombokini.com)

Logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong mengambil peran real dan bermanfaat bagi masyarakat Lombok Timur dalam momentum pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, yakni dengan melakukan pengawalan demokrasi menjadi hal yang sangat penting bagi setiap warga negara.

HMI Cabang Selong selaku organisasi mahasiswa independen yang memegang kedaulatan negara wajib mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam bentuk gerakan nyata dengan ikut terlibat langsung dalam melakukan pemantauan.

Ketua Umum HMI Cabang Selong, Muhammad Junaidi mengatakan HMI sebagai organisasi independen berperan aktif dalam pengawasan di Pilkada Lombok Timur 2024, demi melahirkan demokrasi yang berintegritas dan bermawah.

Selain itu, HMI Cabang Selong mewakafkan diri sebagai mitra kritis dan strategis Bawaslu dalam meningkatkan pengawasan dan pemantauan Pilkada 2024, di Lombok Timur.

“Karena itu, HMI Cabang Selong juga menjadikan sekretariat sebagai posko aduan untuk mempermudah dalam melaksanakan proses laporan pelanggaran pilkada yang ditemukan masyarakat,” ucap Junaidi kepada awak media, Selasa 24 September 2024.

Baca Juga :  PT Energi Selaparang Targetkan 100 Persen Dapur MBG Lotim Gunakan Air Mineral BPOM, Libatkan Koperasi Merah Putih

Junaidi juga mengatakan bahwa pihaknya juga sudah menyampaikan melalui Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (Kabid PPD) menegaskan kepada semua ASN untuk bersikap netral sesuai dengan peraturan undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pilkada.

Kerangka hukumnya sudah jelas bahwa Apartur Sipil Negara (ASN) termasuk di dalamnya, TNI-POLRI harus netral dalam penyelenggaraan Pilkada yang berlangsung.

“Baik di masa kampanye maupun diluar kampanye untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis di momentum Pilkada 2024”, kata Junaidi.

Ditegaskan Junaidi, keterlibatan ASN dan Kepala Desa dalam keberlangsungan politik jika ditemukan keberpihakan dukungan kepada salah satu calon tertentu dapat mengancam prinsip-prinsip demokrasi dan menghilangkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Netralitas ASN merupakan landasan utama untuk memastikan bahwa seluruh proses pilkada 2024 berlangsung secara adil dan jujur,” tegas Junaidi

“ASN harus fokus terhadap tugas dan tanggung jawab mereka dan menghindari segala bentuk aktivitas yang bisa mencidrai netralitas, HMI cabang selong juga akan terus memantau dan mendukung upaya-upaya yang menjamin pilkada yang bersih dan jujur,” sambung Junaidi.

Baca Juga :  Haroen: Potensi BBNKB di Samsat Selong Capai Rp 41 Miliar per Tahun

HMI Cabang Selong juga menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi netralitas ASN merupakan langkah krusial untuk menjaga integritas dalam keberlangsungan demokrasi, dan di berlakukan untuk semua perangkat pemerintahan yang ada.

Sebagai organisasi mahasiswa independen HMI Cabang Selong terus berkomitmen mendorong keterlibatan masyarakat untuk memastikan bahwa semua pihak terutama ASN mematuhi prinsip netralitas.

HMI Cabang Selong percaya bahwa keadilan dalam pilkada adalah kunci untuk meningkatkan kualitas demokrasi di kabupaten Lombok Timur yang kita cintai.

Tentunya bukan hanya ASN yang kita tuntut netralitasnya, tetapi kamu memperingatkan bagi pemerintah desa dalam hal ini kepala desa dan semua perangkatnya untuk bisa menjaga dan mengawal netralitas jelang Pilkada 2024, bahwa kepala desa dan perangkat desa dilarang melakukan politik praktis sesuai dengan Regulasi yang diatur dalam pasal 280,282, dan 490 UU No.7/2017 tentang pemilu. Pelanggaran bisa di pidana baik penjara maupun denda.***

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA