Home / NTB

Desa Berdaya NTB, Strategi Baru Miq Iqbal Tekan Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 23 Oktober 2025 - 23:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Giri Arnawa bersama sejumlah kepala OPD saat memaparkan konsep Desa Berdaya NTB pada Kamis 23 Oktober 2025. (Foto: Lombokini.com).

Giri Arnawa bersama sejumlah kepala OPD saat memaparkan konsep Desa Berdaya NTB pada Kamis 23 Oktober 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri meluncurkan program unggulan Desa Berdaya NTB, sebuah inisiatif strategis untuk menekan angka kemiskinan dan mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pembangunan desa melalui dua pendekatan utama, yakni Desa Berdaya Transformatif dan Desa Berdaya Tematik.

Keduanya menjadi instrumen baru dalam strategi pemerintah daerah untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan memperluas basis ekonomi lokal.

“Program ini tidak sekadar bantuan sosial, tetapi mengubah cara pandang masyarakat agar mandiri dan produktif,” kata Giri Arnawa, Tim Ahli Gubernur Bidang Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi, Kamis 23 Oktober 2025.

Pendampingan Intensif 15 Ribu Rumah Tangga Miskin

Desa Berdaya Transformatif menargetkan 15.858 rumah tangga miskin (RTM) di 106 desa miskin ekstrem di seluruh NTB. Pendekatannya berbasis konsep Graduasi, yakni proses peningkatan kesejahteraan secara bertahap, adaptif, dan berbasis bukti.

Setiap keluarga akan didampingi secara intensif minimal selama dua tahun untuk memastikan mereka benar-benar keluar dari garis kemiskinan ekstrem.

Pendampingan dilakukan melalui empat pilar utama:

  1. Perlindungan Sosial, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar.
  2. Pengembangan Mata Pencaharian, guna memperkuat sumber pendapatan.
  3. Pemberdayaan Sosial, untuk mendorong perubahan perilaku dan inklusi sosial.
  4. Inklusi Keuangan, agar masyarakat mampu mengelola pendapatan dan tabungan secara berkelanjutan.
Baca Juga :  Kejati NTB Periksa Mantan Sekda Lalu Gita atas Dugaan Korupsi Motocross 2023

Selain empat pilar tersebut, pendekatan A–B-C yang merupakan singkatan dari Asset, Basic Need, dan Coaching ini menjadi kunci keberhasilan pendampingan.

Melalui skema ini, keluarga miskin difasilitasi agar memiliki aset produktif, terpenuhi kebutuhan dasarnya, dan mendapatkan pelatihan yang berkelanjutan.

“Iya memang begitu, untuk Desa Berdaya Transformatif 1:50 itu maksimal dan intensif minimal dua tahun, dengan indikator pasti dan keluar dari kemiskinan ekstrem yang masuk desil 1,” ungkap Giri Arnawa.

“Jadi kita harap bisa mendapat pendamping yang handal, berintegritas, punya kepedulian bersama di dalam pengentasan kemiskinan di NTB,” tambahnya.

Desa Tematik: Dorong Potensi Lokal dan Kemandirian Ekonomi

Sementara itu, Desa Berdaya Tematik menyasar 336 desa miskin absolut dan 724 desa atau kelurahan lainnya di seluruh NTB. Fokusnya pada pengembangan potensi lokal sesuai karakteristik wilayah melalui 20 agenda kerja prioritas: 15 bidang penguatan kapasitas desa dan 5 bidang keunggulan kompetitif daerah.

Program ini menitikberatkan pada peningkatan Indeks Desa Mandiri (IDM) dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Pemerintah provinsi menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan, melibatkan pemerintah pusat, kabupaten/kota, sektor swasta, perguruan tinggi, komunitas lokal, dan lembaga mitra pembangunan.

Baca Juga :  Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

DPMPD NTB Jadi Pengampu Utama

Sebagai pelaksana utama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB menjadi motor penggerak program Desa Berdaya.

Kepala DPMPD Dukcapil NTB, Lalu Hamdi, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

“Program ini difokuskan untuk mengentaskan kemiskinan, mewujudkan kemandirian pangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Hamdi, pendekatan tematik.mencakup 1.166 desa dan kelurahan di seluruh NTB, dengan fokus pada tema sesuai potensi seperti pertanian, pariwisata, kesehatan, dan lingkungan. Sementara pendekatan transformatif menyasar 106 desa dengan penduduk miskin ekstrem terbanyak.

Pada tahap pertama tahun 2026, sebanyak 40 desa akan menjadi lokasi intervensi awal, dengan target 7.225 kepala keluarga penerima manfaat.

“Pendamping desa menjadi ujung tombak. Mereka tidak hanya mendata, tetapi juga mengedukasi dan mendampingi keluarga miskin agar menemukan potensi usaha yang sesuai. Dua tahun ke depan, kami ingin keluarga miskin ekstrem benar-benar keluar dari garis kemiskinan,” tegas Hamdi.

Program Desa Berdaya NTB diharapkan mampu menjadi ‘game changer’ dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.***

Penulis : Harry Bahagia

Berita Terkait

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kapolda NTB Rotasi 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Tindak Lanuti Telegram Kapolri
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Cetak Wirausaha Muda Mandiri, PW Pemuda NW dan BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis
Kejati NTB Periksa Mantan Sekda Lalu Gita atas Dugaan Korupsi Motocross 2023
PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun
Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:47 WITA

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:36 WITA

Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:09 WITA

Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:26 WITA

Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:45 WITA

APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:25 WITA

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:07 WITA

Soroti Relawan Minim Kompetensi, APJI Minta Nanik S. Deyang Perbaiki Juknis MBG

Berita Terbaru

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA