Cuaca Buruk Ancam Produksi Tembakau Lombok Timur, Diprediksi Turun 15 Persen

Kamis, 28 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cuaca Buruk Ancam Produksi Tembakau Lombok Timur, Diprediksi Turun 15 Persen. (Foto: Lombokini.com).

Cuaca Buruk Ancam Produksi Tembakau Lombok Timur, Diprediksi Turun 15 Persen. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Cuaca buruk mengancam produktivitas tembakau di Lombok Timur tahun ini. Rahmat, perwakilan di sektor tersebut, memprediksi produksi akan mengalami penurunan signifikan hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu.

Iklim yang tidak menentu memicu penurunan kualitas daun. “Kondisi ini membuat daun menjadi lebih tipis sehingga akhirnya menurunkan hasil panen,” pungkas Rahmat kepada media di kantor Bupati Lombok Timur, Rabu 27 Agustus 2025.

Dari potensi hasil panen sekitar 38 ribu ton, ia memperkirakan hanya jumlah itulah yang akan terpakai untuk produksi. Namun, angka ini masih bersifat dinamis dan bisa berubah.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Sementara mengenai harga, Rahmat menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki kepastian. “Harga masih sangat bergantung pada kebijakan masing-masing gudang dan kesepakatan dengan pembeli,” jelasnya.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengusulkan harga rata-rata ideal sebesar Rp 55.000 per kilogram kepada perusahaan.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

“Kami berharap perusahaan dapat mengikuti harga ini untuk menghargai hasil kerja petani dan menjaga keberlanjutan industri,” tutur Bupati dalam rapat bersama para pengusaha tembakau.

Ia juga menyoroti tantangan lain, yaitu membanjirnya tembakau impor yang sudah memenuhi 40 persen dari kebutuhan dalam negeri.

Meski demikian, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa kualitas tembakau Lombok Timur tetaplah kelas dunia dan mampu bersaing. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA