BPBD Lombok Timur dan Desa Puncak Jeringo Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

Senin, 13 Oktober 2025 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadapi Ancaman Bencana, 30 Relawan Puncak Jeringo Ikuti Pelatihan Tanggap Darurat Intensif. (Foto: Lombokini.com).

Hadapi Ancaman Bencana, 30 Relawan Puncak Jeringo Ikuti Pelatihan Tanggap Darurat Intensif. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur bersama Pemerintah Desa Puncak Jeringo menggelar pelatihan tanggap darurat bencana selama tiga hari, dari 13 hingga 15 Oktober 2025. Pelatihan ini memberdayakan 30 anggota Taruna Siaga Bencana Desa (TSBD) setempat.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lombok Timur, Rusman S.Pd., MM, secara resmi membuka pelatihan di aula Desa Puncak Jeringo. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

“Kemampuan tanggap darurat harus dimiliki setiap warga agar mereka dapat menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan saat bencana terjadi,” tegas Rusman.

PJ Kepala Desa Puncak Jeringo, Mulyadi, menyambut baik sinergi ini. Ia mengapresiasi BPBD Lombok Timur atas perhatian dan pendampingan nyata bagi desanya. Mulyadi memaparkan kondisi geografis desanya yang rentan terhadap tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, kebakaran, dan gempa bumi.

Baca Juga :  Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

“Karena itu, kami memandang pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia kami sejak dini,” ujarnya.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari karang taruna, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Selama dua hari pertama, para fasilitator dari BPBD Lombok Timur menyampaikan materi inti seperti manajemen bencana, kajian risiko, perencanaan evakuasi, dan penyusunan protap penanggulangan bencana (RENKON).

Memasuki hari ketiga, para peserta memraktikkan langsung seluruh teori dalam sebuah simulasi penanggulangan bencana. Simulasi puncak ini mengasah kemampuan teknis evakuasi, penyelamatan korban, serta koordinasi lapangan.

Selain itu, Ketua ORARI Lokal Lombok Timur membekali peserta dengan teknik komunikasi radio. Bekal ini memastikan mereka dapat menyampaikan informasi darurat dengan cepat meski jaringan seluler terganggu.

Baca Juga :  Istri Bupati Lombok Timur Bagikan Mi Instan dan Terigu ke Ibu Hamil, Langgar Juknis MBG

Ketua TSBD Desa Puncak Jeringo, Sujan, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengakui pelatihan ini sebagai pembekalan paling lengkap yang pernah diterima TSBD.

“Kami berharap kemampuan baru ini menjadikan para anggota lebih tangguh dan siap diterjunkan di lapangan,” tuturnya.

Menutup kegiatan, Mulyadi berpesan agar hasil pelatihan tidak berhenti sebagai seremonial. Ia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan BPBD Lombok Timur guna membangun desa yang mandiri dan tangguh bencana.

Sinergi nyata ini diharapkan dapat menjadikan Desa Puncak Jeringo sebagai contoh desa yang sigap dan siap menghadapi berbagai ancaman di masa depan. ***

Editor : Najamudin Annaji

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA