BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa NTB Sepekan ke Depan

Minggu, 19 Oktober 2025 - 04:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa NTB, Waspada Banjir-Longsor. (Foto: Lombokini.com).

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa NTB, Waspada Banjir-Longsor. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memperingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) akan potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah tersebut pada 19-23 Oktober 2025.

BMKG mencatat beberapa gangguan atmosfer, seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, kelembapan udara tinggi, dan labilitas atmosfer kuat, yang memicu potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini mengancam sejumlah wilayah, mulai dari Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, hingga Kota Bima.

Baca Juga :  Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, menegaskan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

“Kondisi ini berpotensi memicu banjir, tanah longsor, genangan, dan pohon tumbang,” jelasnya, Sabtu 18 Oktober 2025.

Tidak hanya di darat, BMKG juga mengingatkan para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi.

BMKG memprediksi ketinggian gelombang dapat mencapai 2,5-4 meter di perairan Samudera Hindia selatan NTB, serta 1,25-2,5 meter di Selat Lombok, Selat Alas, dan Selat Sape.

Baca Juga :  Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

Karena itu, BMKG mengimbau seluruh masyarakat, nelayan, serta pengguna jasa pelayaran dan penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di daerah rawan bencana dan selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG.

“Kami minta semua pihak tetap waspada, siaga, dan memperhatikan potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah dengan cepat,” tegas Satria Topan Primadi. ***

Penulis : Harry

Berita Terkait

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Truk Overload Galian C Merusak Jalan Utama Desa Kalijaga Timur
Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI
Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah
Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin
Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:25 WITA

Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:42 WITA

KPPI dan FITRA NTB Desak DPRD Lotim Kawal Darurat Air-Sampah di Pesisir Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:29 WITA

NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA