LOMBOKINI.com – Cuaca buruk mengancam produktivitas tembakau di Lombok Timur tahun ini. Rahmat, perwakilan di sektor tersebut, memprediksi produksi akan mengalami penurunan signifikan hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu.
Iklim yang tidak menentu memicu penurunan kualitas daun. “Kondisi ini membuat daun menjadi lebih tipis sehingga akhirnya menurunkan hasil panen,” pungkas Rahmat kepada media di kantor Bupati Lombok Timur, Rabu 27 Agustus 2025.
Dari potensi hasil panen sekitar 38 ribu ton, ia memperkirakan hanya jumlah itulah yang akan terpakai untuk produksi. Namun, angka ini masih bersifat dinamis dan bisa berubah.
Sementara mengenai harga, Rahmat menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki kepastian. “Harga masih sangat bergantung pada kebijakan masing-masing gudang dan kesepakatan dengan pembeli,” jelasnya.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengusulkan harga rata-rata ideal sebesar Rp 55.000 per kilogram kepada perusahaan.
“Kami berharap perusahaan dapat mengikuti harga ini untuk menghargai hasil kerja petani dan menjaga keberlanjutan industri,” tutur Bupati dalam rapat bersama para pengusaha tembakau.
Ia juga menyoroti tantangan lain, yaitu membanjirnya tembakau impor yang sudah memenuhi 40 persen dari kebutuhan dalam negeri.
Meski demikian, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa kualitas tembakau Lombok Timur tetaplah kelas dunia dan mampu bersaing. ***
Editor : Najamudin Anaji







