LOMBOKINI.com – Lembaga MI6 secara resmi mengajukan mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah sebagai calon penerima Nobel Perdamaian. Mereka menggandeng DPR RI, akademisi, dan LSM internasional untuk menyiapkan dokumen nominasi sebelum batas akhir 31 Januari 2026.
“Zul-Rohmi telah menjadi inspirasi tidak hanya bagi NTB tapi juga dunia internasional,” tegas Direktur MI6 Bambang Mei Finarwanto, Senin 9 Juni 2025.
Aktivis Didu menjelaskan pasangan ini berhasil memimpin NTB yang multietnis dengan pendekatan inklusif. Mereka secara aktif membangun partisipasi publik melalui musyawarah warga, pelibatan ormas, dan forum masyarakat adat.
“Zul-Rohmi menciptakan demokrasi sehat di tengah tantangan politik identitas,” ujar mantan Eksekutif WALHI NTB ini.
Kepemimpinan mereka terbukti saat menangani gempa 2018. Pasangan ini langsung memimpin pemulihan dan memperhatikan kelompok marginal melalui program pendidikan, UMKM, dan kesehatan.
MI6 merinci empat alasan nominasi:
1. Merawat kerukunan antarumat beragama
2. Menyelesaikan konflik melalui dialog
3. Membangun pemerintahan inklusif
4. Membawa NTB ke kancah internasional
“Warisan kepemimpinan mereka telah menciptakan perdamaian berkelanjutan,” tegas Didu.
Sebelumnya, tokoh seperti Abdon Nababan (pejuang adat) dan Tri Mumpuni (penggerak listrik desa) juga pernah masuk nominasi Nobel.
“Zul-Rohmi telah mengukir makna perdamaian Nobel di tanah kelahirannya,” pungkas Didu. ***
Penulis : Najamudin Anaji







