Zainul Maarif Terbukti Langgar Etik, Mundur dari Unusia

Senin, 22 Juli 2024 - 09:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus A Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. (Foto: instagram/@unuindonesia)

Kampus A Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. (Foto: instagram/@unuindonesia)

LOMBOKINI.com – Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) memutuskan bahwa Zainul Maarif terbukti melanggar etik terkait pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada 3 Juli 2024. Sidang etik dilaksanakan pada Rabu (17/7/2024) di kampus A Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat.

Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri, mengungkapkan bahwa Zainul Maarif dinyatakan mundur sebagai pegawai Unusia melalui pernyataan tertulis yang diterima pada Sabtu (20/7/2024).

“Dalam sidang etik, Zainul Maarif terbukti melakukan pelanggaran etik dan telah menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia secara tertulis pada 19 Juli 2024,” jelas Dwi Putri.

Baca Juga :  Pengamat Sebut Demokrasi Indonesia di Bawah Prabowo Masih 'Belum Sempurna' Versi EIU

Selama proses klarifikasi, Zainul Maarif mengonfirmasi beberapa pertanyaan Mahkamah Etik terkait aktivitasnya di Israel. Berdasarkan hasil klarifikasi, Mahkamah Etik Pegawai Unusia menyimpulkan beberapa poin penting:

Aktivitas Zainul Maarif ke Israel adalah undangan pribadi dan tidak terkait dengan Unusia. Namun, ia menggunakan atribut Unusia tanpa persetujuan pimpinan.

Tindakan Zainul Maarif ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan berdampak negatif terhadap institusi tersebut.

Meskipun tindakannya merupakan ekspresi kebebasan berpendapat pribadi, kunjungannya ke Israel dan unggahan di media sosial menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Tindakan tersebut dapat dianggap melegitimasi perbuatan rezim Israel yang bertentangan dengan sikap resmi Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan Palestina.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Enam Pejabat, dari Aktivis Buruh hingga Penasihat Khusus

Sebelumnya, pada konferensi pers Senin (15/7/2024) di kantor PBNU Jakarta, Rektor Unusia, H. Juri Ardiantoro, mengonfirmasi pelaksanaan sidang etik terhadap Zainul Maarif. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyerahkan konsekuensi kepada lembaga masing-masing tempat lima orang nahdliyin bernaung.

Selain itu, Zainul Maarif juga dicatat sebagai pengurus Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LBM PWNU) Jakarta. Pada Kamis (18/7/2024), Ketua PWNU Jakarta, KH Samsul Ma’arif, memecat Zainul Maarif dari jabatannya. ***

Penulis : Ong

Sumber Berita : nu.or.id

Berita Terkait

Prabowo Lantik Enam Pejabat, dari Aktivis Buruh hingga Penasihat Khusus
Pengamat Sebut Demokrasi Indonesia di Bawah Prabowo Masih ‘Belum Sempurna’ Versi EIU
Evaluasi Satu Dekade SDGs, Mahasiswa UMY Ajak Inovator Dunia Bertanding di KPM Competition 2026
Pendaftaran Sudah Ditutup, BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Jual Beli Titik SPPG
Danantara Benahi Tata Kelola dan Perkuat Fondasi Keuangan BUMN
Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo di Istana: ‘Jadi Presiden Itu Berat’
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran
Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:28 WITA

Melankolia Musik Pop Sasak: Kehilangan yang Tidak Pernah Selesai

Senin, 5 Januari 2026 - 14:07 WITA

Lombok Barat: Kabupaten Pariwisata yang Makin Tertinggal?

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:06 WITA

Januari 2026: Kegelapan Venezuela dan Dunia Makin Cepat

Berita Terbaru