Hultah ke-91 NWDI: TGB Tekankan Binaul Insan dan Warisan Maulana Syaikh

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PB NWDI Dr. KH Muhammad Zainul Majdi (TGB) berpidato pada peringatan Hultah ke-91 NWDI di Pancor, Lombok Timur, Ahad (13/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

Ketua Umum PB NWDI Dr. KH Muhammad Zainul Majdi (TGB) berpidato pada peringatan Hultah ke-91 NWDI di Pancor, Lombok Timur, Ahad (13/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) Dr. KH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan pondasi pendidikan dalam organisasi NWDI adalah binaul insan, yakni pembangunan atau pembinaan manusia. TGB menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada peringatan Hultah ke-91 NWDI di Pancor, Lombok Timur, Ahad (13/9/2026) .

TGB menyatakan Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid telah mewariskan seluruh yang terbaik untuk umat. Menurut TGB, Maulana Syaikh mewariskan iman dan takwa.

“Maulana Syaikh (Pahlawan Nasional Pendidikan) telah mewariskan seluruh yang terbaik untuk umat. Sudah dia wariskan iman takwa,” katanya.

TGB menegaskan Maulana Syaikh mewariskan lebih dari 1.100 madrasah di seluruh Indonesia dan persahabatan dengan para ulama di seluruh dunia. Oleh karena itu, TGB meminta seluruh kader NWDI melanjutkan warisan tersebut bersama-sama.

“Apa yang diwariskan oleh Ninikda Maulana Syekh, kita wariskan bersama-sama,” katanya.

Baca Juga :  TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

TGB menekankan satu pesan penting dalam HUT ke-91, yaitu asas pendidikan adalah membangun jiwa manusia. Ia merujuk tugas Rasulullah SAW, yakni mengajar membaca.

“Maka kepada semua, para guru di NWDI semuanya, ayo ajar anak-anak kita dengan sebenar-benarnya, kita bimbing dengan baik, satu per satu, sedikit demi sedikit,” katanya.

TGB mencontohkan kesabaran Maulana Syaikh yang rela tiga tahun berkeliling dari desa ke desa di Lombok hanya untuk mengajarkan salam yang benar.

“Kalau beliau saja sanggup sabar 3 tahun mengajarkan salam kepada muridnya, maka kita yang ilmu kita hanya setetes dari air samudera, maka harusnya kita lebih sabar,” ujarnya.

Menurut TGB, tugas kedua Nabi Muhammad SAW adalah membangun manusia dengan melembutkan hati. Ia menilai proses paling sulit dalam pendidikan adalah melunakkan hati.

“Supaya yang ada itu adalah mahabah, supaya yang ada itu jangan ada kebencian. Mau orang bagaimana sama kita, ya sudahlah maafkanlah. Ganti saja dengan mahabah, ganti saja dengan kemaafan. Itu insya Allah akan menyelamatkan,” katanya.

Baca Juga :  Wagub NTB Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan di Harja ke-5 Yafama NW

TGB mengajak seluruh guru dan orang tua kembali kepada pokok pendidikan.

“Mari kita kembali kepada pokok yang paling pokok yakni bangun generasi yang baik mulai dari anak kita masing-masing. Ajak mereka, ajar mereka. Didik mereka untuk mengaji, untuk belajar, untuk mengenal Al-Quran, mengenal Allah nya, mengenal Rasul nya,” katanya.

Para ulama tamu dari berbagai negara dan para ulama nasional menghadiri acara itu, antara lain Al-Mukarram Al-Ustadz Dr. Asy-Syaikh Ahmad Mustafa Naimah dari Kairo, Al-Habib Jindan bin Noval bin Salim bin Jindan, dan Ustaz Abdul Somad, Deputi BINAchmad Zainal Huda. Forkopimda Provinsi NTB dan Lombok Timur juga menghadiri acara tersebut. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh
TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131
TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131
Wagub NTB Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan di Harja ke-5 Yafama NW
TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat
TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal
Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
Sentilan Kiki Sulistyo: Kepopuleran Sastra dan Bagaimana Hilangnya Insting Manusia di Zaman Digital ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:24 WITA

Hultah ke-91 NWDI: TGB Tekankan Binaul Insan dan Warisan Maulana Syaikh

Minggu, 13 September 2026 - 14:13 WITA

Puluhan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WITA

TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:15 WITA

TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:36 WITA

Wagub NTB Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan di Harja ke-5 Yafama NW

Berita Terbaru