Prabowo Soroti Pendidikan dan Pemberdayaan sebagai Kunci Atasi Kemiskinan

Rabu, 5 November 2025 - 23:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas langkah strategis percepatan penanggulangan kemiskinan nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 5 November 2025. (Foto: Lombokini.com/Setkab RI).

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas langkah strategis percepatan penanggulangan kemiskinan nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 5 November 2025. (Foto: Lombokini.com/Setkab RI).

LOMBOKINI.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kemiskinan tidak akan pernah dapat Indonesia hapus tanpa pendidikan yang memerdekakan dan pemberdayaan yang menguatkan. Pernyataan tegas ini ia sampaikan saat memimpin rapat terbatas untuk membahas percepatan penanggulangan kemiskinan nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 5 November 2025.

“Kalau kita ingin memutus mata rantai kemiskinan, maka kita harus mulai dari pendidikan yang relevan dan pemberdayaan yang nyata,” ujar Presiden Prabowo, seperti dikutip dari rilis resmi Setkab RI.

Dalam rapat yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tersebut, Presiden mengawali arahan dengan menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya bersumber dari persoalan ekonomi, tetapi juga dari rendahnya akses terhadap pendidikan berkualitas dan kurangnya kesempatan kerja produktif.

Presiden pun menuntut seluruh kementerian dan lembaga agar bekerja dengan ukuran yang jelas, hasil yang terukur, dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat kecil.

Fokus pada Pendidikan Vokasi dan Sekolah Terintegrasi

Baca Juga :  Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Pemerintah akan menjadikan penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu fokus utama. Presiden menilai pendidikan vokasi menjadi kunci untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan kompetitif.

Ia menekankan pentingnya menyesuaikan kurikulum vokasi dengan kebutuhan pasar kerja dalam dan luar negeri agar lulusan tidak hanya berijazah, tetapi juga berdaya saing.

Untuk mewujudkannya, pemerintah akan memperluas jaringan dan kapasitas pendidikan vokasi dengan memperbanyak program pelatihan kerja, termasuk menggandeng balai latihan kerja milik swasta.

Lebih lanjut, Presiden meminta kementerian terkait merancang konsep sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Konsep ini akan menyatukan jenjang pendidikan dasar hingga menengah dalam satu kawasan terpadu.

“Sekolah terintegrasi akan menjadi pusat pembentukan karakter, keterampilan, dan kecakapan hidup. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Fasilitas sekolah terintegrasi tersebut nantinya akan melengkapi diri dengan laboratorium sains, bengkel vokasional, serta sarana seni dan olahraga yang memadai.

Baca Juga :  Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk insan pembelajar yang mandiri dan produktif.

Dukung UMKM melalui Pemberdayaan Masyarakat

Di luar sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat akan menjadi pilar penting lainnya dalam strategi pengentasan kemiskinan. Pemerintah akan mendorong hal ini terutama melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi masyarakat hanya akan tercapai jika dukungan pendidikan yang tepat, pelatihan keterampilan, dan akses permodalan yang mudah mengiringinya.

Rapat terbatas ini memberikan sinyal kuat bahwa Pemerintahan Prabowo Subianto berkomitmen mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi kebijakan, dan keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil.

“Negara hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi membangun kemampuan. Karena bangsa besar adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” tutup Presiden dengan penuh keyakinan. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:25 WITA

Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:42 WITA

KPPI dan FITRA NTB Desak DPRD Lotim Kawal Darurat Air-Sampah di Pesisir Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:29 WITA

NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA