Polisi Sidak Gudang Distributor Pupuk di Lombok Timur

Rabu, 22 Januari 2025 - 19:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Lombok Timur Sidak Distributor Pupuk, Pastikan Penyaluran Sesuai HET dan Tepat Sasaran. (Foto: Lombokini.com).

Polres Lombok Timur Sidak Distributor Pupuk, Pastikan Penyaluran Sesuai HET dan Tepat Sasaran. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lombok Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang distributor pupuk di wilayah kabupaten Lombok Timur, pada Rabu 22 Januari 2025.

Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Darma Yulia Putra menjelaskan bahwa sidak yang digelar oleh pihaknya menyasar dua gudang distributor pupuk, yakni CV Hidayat dan CV Bintang Timur.

“Kita memastikan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani sesuai aturan dan kami mengecek data penebusan dan memastikan harga di tingkat distributor mengikuti HET “, kata Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Dharma, disela sela sidak, Rabu 22 Januari 2025.

Baca Juga :  Pemkab Lotim dan PT Energi Selaparang Tandai Batas 25 Hektare Wisata Joben

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat maupun petani untuk dapat melaporkan jika menemukan adanya penyimpangan dalam proses distribusi pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah.

Dikatakan, penyaluran yang sesuai HET diharapkan dapat membantu petani mendapatkan pupuk dengan harga yang wajar dan tidak memberatkan.

“Apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini akan kita tindak tegas. Hal ini untuk menjaga kesejahteraan petani dan memastikan program pemerintah terkait subsidi pupuk berjalan dengan baik khususnya di wilayah Lombok Timur ini”, katanya.

Baca Juga :  Polres Lombok Timur Raih Predikat A Pelayanan Prima, Nilai Tertinggi se-NTB

Dia memastikan bahwa, pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala ke distributor dan jalur distribusi pupuk lainnya. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi penyelewengan yang dapat merugikan petani.

“Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan sehingga produktivitas pertanian di Lombok Timur tetap terjaga”, pungkasnya.***

Berita Terkait

Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia
TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WITA

Sejarah Lahirnya Lombok Timur: ‘Onder Afdeling’

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Sejarah Lahirnya Lombok Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Pertanian Lombok Timur Tumbuh 5,08 Persen, Momentum Baru Ekonomi Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WITA

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:46 WITA

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA