Pembacokan di Desa Gerung Permai Lombok Timur Dipicu Masalah Uang Rp 2 Ribu

Rabu, 19 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden Pembacokan di Desa Gerung Permai, Suaralaga, Lombok Timur Dipicu Masalah Uang Rp 2 Ribu. (Foto: Lombokini.com).

Insiden Pembacokan di Desa Gerung Permai, Suaralaga, Lombok Timur Dipicu Masalah Uang Rp 2 Ribu. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Suepudin Suryano (36), seorang petani dan pekebun asal Dasan Gerung, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, menjadi korban pembacokan di leher oleh Muhammad Roji Hidayat, warga setempat yang masih berstatus mahasiswa. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025, sekitar pukul 20.00 Wita, di depan Masjid Jami’ Nurul Ihsan, Dusun Gerung Timur.

Menurut AKP. Nikolas Oesman, Kasi Humas Polres Lombok Timur, insiden ini dipicu laporan anak korban yang menyebut adik pelaku mengambil uang Rp 2000. Korban sempat mencari adik pelaku, namun adik tersebut menyangkal. Saat korban berada di depan masjid, pelaku datang bersama ibu dan adiknya. Ibu pelaku memarahi korban karena menduga korban menampar anaknya.

Baca Juga :  Pj Kades Ekas Buana Bantah Arahkan Isi Perdamaian Sekdes M dan ES

Korban berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya menanyakan soal uang tersebut. Tiba-tiba, pelaku membacok leher korban dari belakang menggunakan pisau. Korban berhasil menepis serangan kedua dan lari ke rumah warga terdekat. Di sana, korban menemukan parang dan kayu, tetapi pelaku dan ibunya sudah pergi.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Pemilik rumah melihat korban berlumuran darah dan segera membawanya ke Puskesmas Kerongkong. Korban mengalami luka tusuk di leher belakang dan mendapat lima jahitan. Setelah dirawat, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Suralaga.

Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mencari pelaku. Namun, hingga kini pelaku masih dalam pencarian.

“Kami imbau korban dan keluarga tidak melakukan balas dendam dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” tegas Kasi Humas. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Bung Syam: Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Uji Kredibilitas Kejaksaan Agung
Pj Kades Ekas Buana Bantah Arahkan Isi Perdamaian Sekdes M dan ES
Sekdes Ekas Buana Berdamai dengan Keluarga ES Usai Skandal Hubungan Terlarang
Kuasa Hukum Tuding JPU Hilangkan Bukti Krusial di Sidang Mugni Ilma
Sorenggana Law Firm Buka Posbakum, Targetkan Merata se-Pulau Lombok
Gema Lazzuardi Buka Suara soal Tanah 6.000 Meter Persegi di Lintasan 3 Sirkuit Mandalika

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:32 WITA

Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:31 WITA

Bung Syam: Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Uji Kredibilitas Kejaksaan Agung

Rabu, 30 September 2026 - 19:50 WITA

Pj Kades Ekas Buana Bantah Arahkan Isi Perdamaian Sekdes M dan ES

Rabu, 30 September 2026 - 17:13 WITA

Sekdes Ekas Buana Berdamai dengan Keluarga ES Usai Skandal Hubungan Terlarang

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA