S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlapor Inisial S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

Terlapor Inisial S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Terlapor berinisial S angkat bicara terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan SPPG/MBG di Selong, Lombok Timur, yang mencapai Rp 1,05 miliar.

Pelapor berinisial HMM (29), warga Kecamatan Selong, melaporkan S ke Polres Lombok Timur pada 18 Februari 2026 dengan nomor lapor Peng/B/02/II/2026/Reskrim.

Peristiwa dugaan penipuan terjadi sekitar 8 September 2025 di wilayah Selong. HMM menuding S menggelapkan dana yang ia serahkan untuk pembangunan dapur MBG.

Menanggapi laporan tersebut, S membantah memiliki niat jahat. Ia menjelaskan, dana Rp 1,05 miliar yang ia terima seluruhnya ia gunakan untuk pembangunan dapur SPPG sesuai standar teknis Badan Gizi Nasional (BGN).

“Standar dapur BGN membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5 hingga Rp 2 miliar. Jadi dana Rp 1,05 miliar itu justru masih kurang untuk memenuhi spesifikasi bangunan dan peralatan,” ujar S kepada wartawan, Jumat 27 Februari 2026 di Mataram.

Pengalaman Mendampingi Puluhan Dapur MBG

S mengungkapkan pengalamannya mendampingi puluhan dapur MBG dari nol hingga beroperasi. Ia menegaskan tidak pernah meminta biaya di luar kebutuhan pembangunan fisik, pengadaan peralatan, serta administrasi.

Baca Juga :  Baznas Lombok Timur Salurkan Kursi Roda dan Santunan Pengobatan ke Desa Lando

“Puluhan dapur sudah saya bantu dari awal sampai bisa berjalan lancar. Tidak pernah ada persoalan seperti ini. Saya tidak pernah meminta biaya di luar kebutuhan,” tegasnya.

Dalam kasus ini, S berperan sebagai pendamping dan fasilitator administratif untuk dapur milik Husna Mauladat Mariam (29). Ia menekankan bahwa proses pengurusan dapur MBG memerlukan tahapan kompleks dan tidak instan.

“Semua penggunaan dana bisa ditelusuri. Tidak ada satu rupiah pun yang saya gunakan di luar konteks pembangunan dapur. Jika saat ini dapur belum beroperasi, itu karena proses administrasi dan teknis yang masih berjalan. Kami mohon kesabaran dan ruang komunikasi,” jelasnya.

Tanggapan Polisi dan Upaya Mediasi

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Iptu Arie Kusnandar, S.Tr.K., S.IK., M.M., membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut.

“Laporan masih dalam proses pendalaman. Nanti saya cek sama kanitnya,” kata Iptu Arie, Kamis 26 Februari 2026.

Penyidik mengedepankan pendekatan profesional dan membuka ruang mediasi sebagai upaya penyelesaian yang berkeadilan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Segel Kantor Desa Kerongkong, Desak Kades Mundur karena Pinjam Dana Kas Masjid Rp 170 Juta

S menyambut baik langkah mediasi dengan menyatakan itikad baik untuk duduk bersama pelapor. Ia siap membuka seluruh dokumen penggunaan dana dan menyamakan pemahaman mengenai progres yang telah dilalui.

“Kami menghormati hak pelapor untuk menempuh jalur hukum. Namun kami juga percaya komunikasi yang baik akan memperlihatkan bahwa tidak ada niat jahat dalam proses ini. Ini murni ikhtiar membangun dapur MBG agar bisa beroperasi sesuai standar,”  ujarnya.

Informasi Awal dan Imbauan Polisi

Penyidik memperoleh informasi bahwa awalnya S menjanjikan akan membangunkan dapur SPPG lengkap dengan peralatan dan titik penerima manfaat.

HMM kemudian menyerahkan uang Rp 950 juta kepada S. Beberapa bulan kemudian, S tidak menyelesaikan pembangunan dapur.

HMM kembali menyerahkan tambahan dana Rp 100 juta untuk penyelesaian. Karena proyek mangkrak, HMM akhirnya menyelesaikan pembangunan secara mandiri.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi penyalahgunaan nama BGN, seraya menunggu hasil klarifikasi resmi yang tengah berjalan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur
Istri Bupati Lombok Timur Bagikan Mi Instan dan Terigu ke Ibu Hamil, Langgar Juknis MBG
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Ratusan Warga Segel Kantor Desa Kerongkong, Desak Kades Mundur karena Pinjam Dana Kas Masjid Rp 170 Juta
Pedagang Bantah Klaim Wakil Bupati: Penutupan SPPG Tak Berdampak pada Ekonomi Warga

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:34 WITA

Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:30 WITA

Dasco Ajak Seluruh Kader Gerindra Fokus Kawal Program Pemerintah Prabowo di HUT ke-18

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:28 WITA

Aktivis Lotim Suarakan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintahan Iron-Edwin

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:05 WITA

DPC PDIP Lombok Timur Rayakan HUT ke-79 Megawati, Resmikan Musholla untuk Rakyat

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:00 WITA

Kursi Kosong Mendominasi Rapat Paripurna DPRD Lombok Timur

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:01 WITA

Ketua DPRD Lombok Timur Desak Pemkab Segera Tuntaskan Konflik dan Penyegelan di Sejumlah Desa

Selasa, 25 November 2025 - 17:34 WITA

Pimpin PAN Lombok Timur, Edwin Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan

Sabtu, 22 November 2025 - 16:16 WITA

PAN Tetapkan Edwin Hadiwijaya Pimpin DPD Lombok Timur

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
(Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 Apr 2026 - 17:27 WITA