Menu MBG Diduga Sebabkan Keracunan Siswi SMK Kesehatan Lombok Timur

Rabu, 20 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cici Widia Astuti, mendapat perawatan di Puskesmas Selong sejak Selasa 19 Agustus 2025, setelah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis. (Foto: Lombokini.com).

Cici Widia Astuti, mendapat perawatan di Puskesmas Selong sejak Selasa 19 Agustus 2025, setelah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Seorang siswi SMK Kesehatan Karya Husada Rakam, Cici Widia Astuti, masih terbaring lemas dan menjalani perawatan di Puskesmas Selong, Lombok Timur, sejak Selasa 19 Agustus 2025. Diduga kuat, makanan Bergizi Gratis (MBG) dari sekolahnya memicu keracunan yang dideritanya.

Cici mengaku merasakan mual dan pening hanya beberapa menit usai menghabiskan makanan tersebut. Hingga hari kedua, kondisi tubuhnya belum pulih.

“Perut saya masih melilit dan saya belum bisa berdiri normal,” ujarnya kepada wartawan di Puskesmas Selong, Rabu 20 Agustus 2025. Pihak puskesmas pun harus terus merawatnya.

Baca Juga :  Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Menurutnya, menu MBG hari itu terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur, dan tahu. Cici menuduga ayam goreng sebagai biang keladinya.

“Baunya sudah tidak sedap dan teksturnya terlihat tidak sehat,” ungkapnya.

Dugaan ini semakin menguat setelah beberapa siswa lain juga melaporkan gejala keracunan serupa, meski tidak sampai memerlukan rawat inap.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan serius mengenai standar kebersihan dan proses distribusi program MBG.

Ahli gizi dari Dapur RA. Kartini Rakam, Arif Rahman Hakim, mengakui adanya kendala teknis dalam pendistribusian saat dikonfirmasi, Rabu 20 Agustus 2025.

Baca Juga :  Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

“Kami menyiapkan makanan sekitar pukul 4 pagi, sementara distribusi baru sampai ke sekolah sekitar pukul 12 siang. Waktu jeda yang cukup lama ini bisa memengaruhi kualitas makanan,” jelasnya.

Arif juga menyatakan bahwa pihaknya baru pertama kali mendistribusikan program MBG pada Selasa, 19 Agustus 2025. Pihaknya akan mengevaluasi sistem pengolahan dan pendistribusian makanan secara serius.

Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan kualitas guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini. Dapur tersebut menyediakan 3.302 porsi makan untuk siswa dan Posyandu. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:43 WITA

Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Berita Terbaru