LOMBOKINI.com – Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Himpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meluncurkan program tanam perdana bawang putih varietas Sangga Sembalun di Kelompok Tani Pusuk Pujata, pada Kamis 12 Juni 2025.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mencapai swasembada bawang putih dan mengurangi ketergantungan impor hingga 70 persen.
Wakil Bupati Lombok Timur, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan, serta perwakilan BRMP NTB, HIMPUNI, dan Satgas Pangan turun langsung mendampingi petani.
Program ini menargetkan produktivitas 20 ton per hektare tiga kali lipat dari rata-rata nasional yang hanya 6-7 ton per hektare.

“Varietas Sangga Sembalun telah terbukti adaptif di ketinggian 1.200 mdpl dengan umur panen 120 hari. Hasil uji multilokasi menunjukkan kualitasnya setara dengan bawang putih impor,” jelas Direktur Perbenihan Hortikultura saat meninjau lahan tanam seluas 50 hektare pada tahap pertama di Sembalun, Kamis 12 Juni 2025.
Badan Eksekutif HIMPUNI menyatakan bahwa produksi lokal ini dapat memenuhi 30% kebutuhan benih nasional. “Kami menyiapkan skema replikasi ke 12 sentra bawang putih lainnya di Jawa dan Sulawesi jika hasilnya optimal,” tambahnya.
Wakil Bupati Lombok Timur menegaskan komitmen pendampingan intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan BRMP NTB.
“Petani akan mendapatkan pelatihan pengolahan pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah ekspor,” ucapnya.
Sementara itu, Analis BPSB NTB memproyeksikan bahwa Sembalun berpotensi menghasilkan 5.000 ton bawang putih per tahun pada 2026, setara dengan 15% konsumsi nasional. ***
Penulis : Najamudin Anaji







