Bidang Kebudayaan Lombok Timur Dikritik ‘Tanpa Kerjaan’, Budaya Sasak Terancam Punah

Jumat, 9 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama LPPM UGR, Dr. Karomi. (Foto: Lombokini.com).

Direktur Utama LPPM UGR, Dr. Karomi. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Akademisi dan pemerhati budaya, Dr. Karomi, mengkritik tajam kinerja Bidang Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur. Ia menilai bidang tersebut hampir tidak berperan aktif dalam menjaga dan merawat kebudayaan lokal. Bahkan, ia menyebutnya sebagai “bidang tanpa kerjaan”.

Sebagai Direktur Utama LPPM Universitas Gunung Rinjani (UGR), Dr. Karomi menegaskan bahwa bidang kebudayaan seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai-nilai lokal. Namun, di Lombok Timur, bidang ini justru tidak menunjukan eksistensinya, baik melalui program maupun arah kebijakan yang jelas.

“Kita tak punya standar budaya yang jelas di Lombok Timur. Pakaian adat Sasak sudah jauh dari makna filosofis leluhur, sementara daerah lain justru menguatkannya sebagai identitas,” tegas Dr. Karomi kepada media, Jumat 5 Media 2025 di Selong.

Baca Juga :  Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Muhir, pemerhati budaya yang aktif dalam gerakan pelestarian budaya lokal, menyatakan dukungannya terhadap kritik Dr. Karomi.

“Menurut saya, kritik Dr. Karomi sangat tepat. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, tetapi faktor utamanya adalah ketidakpahaman pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal, dinas ini seharusnya menjadi pembantu Bupati dalam urusan pendidikan dan kebudayaan,” ujar Muhir.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Lebih lanjut, Muhir menilai masalah utama terletak pada pengambilan keputusan di tingkat tertinggi. “Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa puncak kesalahan ada pada Bupati sebagai pembuat kebijakan. Kesalahan fatalnya adalah salah menempatkan individu sebagai kepala dinas, ” tegasnya.

Kedua tokoh ini memperingatkan bahwa tanpa arah dan strategi yang jelas, Lombok Timur berisiko kehilangan jati diri budaya warisan leluhur.

Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan kajian menyeluruh terhadap elemen-elemen budaya lokal dan menata ulang struktur kelembagaan yang menangani kebudayaan. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:57 WITA

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Berita Terbaru

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Lombokini.com/Sekretariat DPRD Lombok Timur)

Advertorial

DPRD Lombok Timur: Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WITA