Dinas Pertanian Lombok Timur Perbaiki Irigasi Pandandure-Bagek Longgek Senilai Rp 15 Miliar

Rabu, 16 Juli 2025 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi. (Foto: Lombokini.com).

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus menggenjot penyediaan sarana dan prasarana pertanian, terutama di sektor irigasi. Langkah ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan indeks pertanaman (IP).

Kadis Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi, menjelaskan bahwa pihaknya memperbaiki dan mengembangkan sistem irigasi melalui berbagai skema.

Mereka mengajukan usulan ke pemerintah pusat serta berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), Kementerian PUPR, dan instansi terkait. Kolaborasi ini menjalankan amanat Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025.

Kasturi menegaskan Inpres tersebut mengatur kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten dalam pengelolaan irigasi. Pada 2025, Lombok Timur menerima anggaran Rp 15 miliar dari pusat untuk memantapkan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Pandandure dan DI Tanggek di Kecamatan Wanasaba.

“Kami menargetkan pekerjaan selesai tahun ini,” jelas Kasturi kepada media, Rabu 16 Juli 2025 di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Wabup Edwin Buka Festival Muharram 1448 H di GOR Lalu Muslihin

Selain itu, kata dia, Lombok Timur juga menjalankan program pembangunan sumur dalam untuk mengoptimalkan lahan dan memperluas areal tanam. BWS mendanai proyek ini secara kolaboratif. Saat ini, Dinas Pertanian melaksanakan proses pemberkasan irigasi bersamaan.

Dinas Pertanian melaksanakan semua perencanaan dan pengajuan melalui Sistem Informasi Pengelolaan Irigasi (SIPURI) yang terhubung langsung dengan Kementerian PUPR pusat.

“Untuk tahap pertama SIPURI, kami mengusulkan 40 titik pada dua DI senilai Rp 15 miliar. Nilai akhir akan menyesuaikan volume pekerjaan terealisasi. BWS kini mendesain pekerjaan fisik dan insyaallah mulai Agustus 2025,” terang Kasturi.

Dispertan Lotim juga telah mengajukan usulan tahap kedua, ketiga, dan keempat. Untuk tahap kedua, mereka menyusun Studi Kelayakan (SID) dan dokumen lingkungan (UKL-UPL). Pada tahap ketiga, dinas menginput tiga lokasi: DI Penendem, DI Lungkang, dan Ambung Sukamulia senilai Rp 7 miliar untuk 700 hektare. Provinsi dan pusat telah memverifikasi usulan ini. Kini, Dinas Pertanian menunggu pengajuan anggaran.

Baca Juga :  Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Tak hanya itu, dinas pertanian juga mengajukan program rehabilitasi jaringan tersier senilai Rp 14 miliar ke pemerintah pusat guna memperkuat infrastruktur pertanian.

Kabid PSP Darajat menambahkan, untuk tahap keempat, usulan sudah masuk tahun ini.

“Kami kini menentukan wilayah prioritas karena banyak kelompok tani meminta. Kami juga harus menyiapkan dokumen dengan lembur,” tambahnya.

Ia menegaskan, kebutuhan irigasi di Lombok Timur masih tinggi akibat luasnya jaringan pertanian. Pihaknya berharap semua usulan tahap I-IV terealisasi tahun ini agar daerah kekurangan air teratasi secara berkelanjutan. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:07 WITA

Tahanan Asal Keruak Melangsungkan Pernikahan di Balik Jeruji Rutan Polres Lombok Timur

Senin, 6 Juli 2026 - 10:58 WITA

Diketahui Punya Riwayat Diabetes, Seorang Pendaki Asal Pringgasela Meninggal Dunia di Bukit Savana Dandaun

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Senin, 15 Juni 2026 - 21:55 WITA

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:51 WITA

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:53 WITA

Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi

Berita Terbaru

Presiden RI Prabowo Subianto akan meresmikan Bendungan Meninting dalam kunjungan kerja perdana ke Nusa Tenggara Barat, Jumat 10 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:36 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Rabu, 8 Jul 2026 - 14:44 WITA