Bupati Lotim Lantik 34 Kepala Pasar dengan Masa Uji Coba 3 Bulan

Kamis, 10 April 2025 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melantik 34 Kepala Pasar dengan Masa Uji Coba 3 Bulan. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melantik 34 Kepala Pasar dengan Masa Uji Coba 3 Bulan. (Foto: Lombokini.com).

LOMOKINI.com Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melantik 34 Kepala Pasar Rakyat (Kapas) pada Kamis 10 April 2025 di Pendopo Bupati Lotim. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa masa jabatan Kapas tidak mutlak satu tahun, melainkan bisa dicopot kapan saja jika tidak menjalankan amanah dengan baik.

“Saya beri waktu 3 bulan sebagai masa uji coba. Jika dalam rentang waktu itu kinerjanya tidak baik, saya bisa copot. Masih banyak orang yang mau jadi Kapas,” tegas Haerul Warisin di hadapan para kepala OPD dan Kapas yang hadir.

Baca Juga :  Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Dia menekankan bahwa Kapas harus bekerja dengan amanah, menunjukkan kinerja maksimal, dan bertanggung jawab.

“Kepala pasar harus bangun lebih pagi dari juru pungut. Masa jabatan memang satu tahun, tapi ada masa percobaan tiga bulan,” ujarnya.

Haerul Warisin, yang akrab disapa H. Iron, mengingatkan bahwa tugas Kapas mengelola uang retribusi dan pungutan dari masyarakat Lombok Timur.

Baca Juga :  Soal Anjing Liar, Wabup Lombok Timur: Sterilisasi Lebih Efektif daripada Eliminasi

“Tidak ada maaf jika terbukti menyelewengkan. Kalau terjadi penyimpangan, kalian harus bertanggung jawab kepada 1,5 juta penduduk Lotim,” tegasnya.

Dia akan mengevaluasi kinerja Kapas setiap bulan. Dia juga membandingkan pendapatan retribusi pasar sebelumnya yang dikelola ASN.

“Jika pendapatan turun, berarti ada yang salah,” ucapnya.

H. Iron berharap pengangkatan Kapas kali ini bisa meningkatkan pendapatan daerah Lombok Timur secara signifikan. ***

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA