LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar buka puasa bersama insan media di Pendopo Bupati, Kamis 12 Maret 2026. Dalam acara yang penuh kehangatan itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan pesan mendalam tentang peran strategis wartawan mengawal pembangunan daerah.
Dengan gaya santai namun serius, bupati yang akrab disapa Haji Iron itu mengaku hormat sekaligus takut kepada profesi wartawan. Menurutnya, pena jurnalis memiliki kekuatan besar membentuk opini publik.
Haji Iron menegaskan, hubungan baik antara pejabat dan jurnalis tidak boleh membungkam nalar kritis. Ia meminta kedekatan personal tidak menjadi penghalang bagi media untuk menyuarakan kebenaran.
“Sebaik apa pun hubungan Anda dengan saya, ketika saya keliru, kritiklah! Jangan karena merasa keluarga atau teman dekat, lalu yang jelek dibela menjadi baik. Itu tidak adil,” tegas Haji Iron di hadapan wartawan.
Ia menekankan, keadilan yang nyata adalah berani menyampaikan kenyataan secara lurus. Jika program pemerintah hasilnya buruk, kata dia, media wajib mengabarkan keburukan itu sebagai bahan evaluasi. Begitu pun sebaliknya, prestasi harus diapresiasi sesuai fakta.
Iron mencontohkan pentingnya kritik media melalui persoalan infrastruktur di Lendang Nangka Utara. Ia menceritakan pengalamannya turun langsung mengecek proyek pembangunan jembatan yang putus dan belum tuntas, meski anggarannya mencapai ratusan juta rupiah.
“Di Lendang Nangka Utara ada proyek jembatan putus yang mati suri. Katanya dikerjakan provinsi, tapi sampai sekarang belum jadi. Hal-hal seperti ini harus dikritisi. Masyarakat perlu tahu siapa yang bertanggung jawab, apakah bupati atau pihak lain, agar semuanya terang benderang,” tambahnya.
Meski meminta terus dikritik, Iron mengapresiasi kinerja jurnalis di Lombok Timur. Menurutnya, selama setahun terakhir mereka bekerja berdasarkan fakta, bukan karena kebencian pribadi.
“Selama setahun saya bekerja, saya melihat teman-teman wartawan bergerak berdasarkan kenyataan. Inilah yang membantu pemerintah meluruskan informasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Bupati menutup acara dengan pantun sebagai bentuk keakraban sekaligus komitmen menjaga sinergi sehat antara pemerintah dan media demi kemajuan Lombok Timur. ***
Penulis : Najamudin Anaji







