LOMBOKINI.com – Massa aksi Forum Pemuda dan Rakyat Menggugat mengibarkan bendera Jolly Roger dari anime One Piece dan bendera organisasi mahasiswa di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis 14 Agustus 2025.
Mereka menyatakan pengibaran bendera ikonik itu sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan Pemkab Lotim di bawah kepemimpinan Haerul Warisin-Edwin Hadiwijaya dengan visi Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, Transparan). Mereka meinilai mengabaikan rakyat.
Para demonstran memaknai bendera Jolly Roger sebagai lambang semangat perjuangan dan kebebasan melawan ketidakadilan.
“Saya memaknai bendera ini sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai masalah di Lombok Timur,” tegas Hadi Tamara, koordinator aksi dan orator.
Orator lain, Yogi Setiawan, menegaskan simbol itu mewakili persatuan mahasiswa tanpa niat makar. “Bendera One Piece hari ini adalah simbol perlawanan sadar mahasiswa. Kami kecewa dengan pemerintahan yang visi Lombok Timur Smart,” pungkas Yogi.
Kenaikan Pajak dan Tambang Ilegal Jadi Sorotan
Massa aksi menyoroti dua isu krusial: kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 1.000% dan maraknya tambang ilegal. Dari 107 tambang beroperasi, hanya 25% berizin legal.
“Rakyat sulit memenuhi kebutuhan dasar, sementara pemda menekan dengan pajak dan membiarkan tambang ilegal merajalela,” ujarnya.
Mereka mendesak Pemda segera menutup tambang ilegal yang merusak lingkungan. “Membiarkan maling kuasai kekayaan alam sama saja menyengsarakan rakyat!” serunya.
Aksi ini menjadi ekspresi kekecewaan sekaligus harapan agar kebijakan Iron-Edwin lebih memihak rakyat sesuai janji politik mereka. ***







