Bendera Jolly Roger ‘One Piece’ Berkibar di Depan Kantor Bupati Lotim, Simbol Perlawanan Terhadap Kebijakan Iron-Edwin

Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Jolly Roger 'One Piece' Berkibar di Depan Kantor Bupati Lotim, Simbol Perlawanan Terhadap Kebijakan Iron-Edwin. (Foto: Lombokini.com).

Bendera Jolly Roger 'One Piece' Berkibar di Depan Kantor Bupati Lotim, Simbol Perlawanan Terhadap Kebijakan Iron-Edwin. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Massa aksi Forum Pemuda dan Rakyat Menggugat mengibarkan bendera Jolly Roger dari anime One Piece dan bendera organisasi mahasiswa di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis 14 Agustus 2025.

Mereka menyatakan pengibaran bendera ikonik itu sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan Pemkab Lotim di bawah kepemimpinan Haerul Warisin-Edwin Hadiwijaya dengan visi Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, Transparan). Mereka meinilai mengabaikan rakyat.

Para demonstran memaknai bendera Jolly Roger sebagai lambang semangat perjuangan dan kebebasan melawan ketidakadilan.

Baca Juga :  Pemkab Lotim-Unram Teken Hibah Lahan Riset Rumput Laut dan Klinik Spesialis di Ekas

“Saya memaknai bendera ini sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai masalah di Lombok Timur,” tegas Hadi Tamara, koordinator aksi dan orator.

Orator lain, Yogi Setiawan, menegaskan simbol itu mewakili persatuan mahasiswa tanpa niat makar. “Bendera One Piece hari ini adalah simbol perlawanan sadar mahasiswa. Kami kecewa dengan pemerintahan yang visi Lombok Timur Smart,” pungkas Yogi.

Kenaikan Pajak dan Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Massa aksi menyoroti dua isu krusial: kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 1.000% dan maraknya tambang ilegal. Dari 107 tambang beroperasi, hanya 25% berizin legal.

Baca Juga :  Tumpahan Solar Sebabkan Truk Box Tergelincir, Armada Tua Damkarmat Lombok Timur Kesulitan Nanjak

“Rakyat sulit memenuhi kebutuhan dasar, sementara pemda menekan dengan pajak dan membiarkan tambang ilegal merajalela,” ujarnya.

Mereka mendesak Pemda segera menutup tambang ilegal yang merusak lingkungan. “Membiarkan maling kuasai kekayaan alam sama saja menyengsarakan rakyat!” serunya.

Aksi ini menjadi ekspresi kekecewaan sekaligus harapan agar kebijakan Iron-Edwin lebih memihak rakyat sesuai janji politik mereka. ***

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA