Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Bima: 860 Warga Terdampak, 3 Meninggal Dunia

Rabu, 5 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Bima: 860 Warga Terdampak, 3 Meninggal Dunia 5 orang lagi masih dalam masa pencarian. (Foto: Lombokini.com/BPBD Kabupupaten Bima).

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kabupaten Bima: 860 Warga Terdampak, 3 Meninggal Dunia 5 orang lagi masih dalam masa pencarian. (Foto: Lombokini.com/BPBD Kabupupaten Bima).

LOMBOKINI.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, melaporkan sebanyak 860 warga terdampak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Ambalawi dan Wera.

Bencana ini memengaruhi warga di 10 desa, termasuk Desa Tolowata, Rite, Nipa, Mawu, Talapiti, dan Kole di Kecamatan Ambalawi. Sementara itu, di Kecamatan Wera, banjir berdampak pada warga di Desa Nanga Wera, Wora, Nunggi, dan Oi Tui.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, dan lima orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Baca Juga :  Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin, mengungkapkan rasa dukanya atas musibah yang menimpa warga Nanga Wera.

“Saya ikut berduka atas apa yang melanda Nanga Wera. Semoga korban yang hanyut terbawa banjir segera ditemukan, dan dampak dari bencana ini dapat segera dipulihkan, seperti kerusakan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya,” kata Pj Gubernur NTB, saat mengunjungi lokasi bencana pada Rabu, 5 Februari 2025.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Pemerintah setempat dan tim relawan terus berupaya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada korban yang terdampak.

Pemulihan infrastruktur dan penanganan pascabencana juga menjadi prioritas untuk memastikan kehidupan warga kembali normal. ***

Berikut data korban dan fasilitas yang rusak:

  • Jumlah Korban: 3 orang meninggal dunia dan 5 lainnya masih dalam pencarian.
  • Sebanyak 860 jiwa terdampak, 60 jiwa mengungsi, 275 rumah rusak, 5 jembatan rusak, 2 fasilitas pendidikan rusak, dan 1 pasar rusak.
Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemilik Lahan Mata Air Ambung dan LSM Garuda akan Demo ke Kantor Bupati dan PDAM Lotim
Alumni Unram Pertanyakan Keterlambatan Munas IKA Unram
ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes
Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:59 WITA

Pemilik Lahan Mata Air Ambung dan LSM Garuda akan Demo ke Kantor Bupati dan PDAM Lotim

Minggu, 1 November 2026 - 19:48 WITA

Alumni Unram Pertanyakan Keterlambatan Munas IKA Unram

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:33 WITA

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA