Lombok Timur Raih Predikat ‘Agung’ Atas Capaian Penurunan Stunting

Kamis, 25 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur Raih Predikat 'Agung' Atas Capaian Penurunan Stunting. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur Raih Predikat 'Agung' Atas Capaian Penurunan Stunting. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, yang dipimpin oleh Bupati H. Haerul Warisin, meraih penghargaan sebagai satu dari empat kabupaten di Indonesia yang berhasil menurunkan angka stunting sebesar 2% per tahun. Bupati Haerul Warisin menerima penghargaan tersebut secara langsung. Atas capaian ini, Lombok Timur meraih predikat tertinggi, yaitu Agung, dari SEAMEO RECFON.

SEAMEO RECFON memberikan penghargaan ini sebagai apresiasi atas komitmen dan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur dalam melaksanakan Program Anakku Sehat dan Cerdas (ECCNE). Program kerja sama ini memperkuat pelaksanaan Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di kabupaten tersebut.

Baca Juga :  Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

Penyerahan penghargaan berlangsung pada acara Apresiasi Satuan Pendidikan dan Mitra Unggulan SEAMEO RECFON 2025 di Jakarta, Rabu, 24 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suharti, mengingatkan bahwa tantangan masalah gizi anak dan remaja di Indonesia semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa satuan pendidikan menempati posisi penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berkelanjutan.

“Satuan pendidikan harus memberikan pendidikan tidak hanya kognitif, tetapi juga yang menyangkut tumbuh kembang anak secara utuh. Oleh karena itu, kami percaya intervensi gizi dan kesehatan dapat kita lakukan secara efektif melalui pendidikan,” ujarnya. Suharti juga mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Berdasarkan data, prevalensi stunting di Lombok Timur mengalami penurunan signifikan. Pada 2018, angkanya mencapai 43,25%. Berkat berbagai program, termasuk ECCNE, angka tersebut berhasil turun menjadi 33% pada 2024.

SEAMEO RECFON menginisiasi Program ECCNE sejak 2017. Program unggulan ini mengacu pada pendekatan empat tahap di tingkat satuan pendidikan dan lima tahap di tingkat kabupaten, dengan ‘Agung’ sebagai pencapaian tertinggi. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA