Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

 

LOMBOKINI.com – kasus influenza Tengah meraba dan menjadi perbincangan hangat. Di tengah situasi itu, dokter umum RSUD Soedjono Selong, Dr. Ario Rifki, menghimbau masyarakat tidak panik berlebihan menyikapi penularan influenza atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kekhawatiran publik terhadap penyakit ini kerap dipicu stigma dan disinformasi di media sosial.

Himbauan itu disampaikan Dr. Ario saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026). Menurutnya, influenza umumnya bisa membaik dengan penanganan mandiri, seperti istirahat cukup makan makanan bergizi dan minum obat sesuai gejala dan resep dari dokter.

“Influenza ini bahasa awamnya batuk pilek, ISPA. Tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi tetap waspada. Yang terkena biasanya orang yang daya tahan tubuhnya turun. Kalau kena batuk pilek segera berobat dan jangan menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Iya juga menepis anggapan yang mengaitkan penyebaran influenza dengan ancaman wabah besar seperti pandemi covid-19. Influenza, katadia, merupakan penyakit musiman yang sudah lama dikenal, dengan gejala yang relatif sama, baik varian A maupun B. Penularannya cepat karena menyebar lewat udara (airborne), terutama saat musim panas ketika masyarakat lebih banyak beraktivitas di ruangan tertutup.

Meski tergolong ringan bagi orang dengan imunitas baik Dr. Ario meminta kelompok rentan lebih waspada karena berisiko mengalami komplikasi berat.

“Yang berbahaya kalau menyerang orang rentan, seperti anak-anak dan balita yang imunnya belum bagus, penderita penyakit kronis seperti jantung dan diabetes serta ibu hamil. Influenza bukan penyebab langsung kematian, tetapi komplikasi penyakit penyertanya lah yang memberat kondisi pasien,” jelasnya.

Baca Juga :  333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Untuk menekan penularan di masyarakat maupun fasilitas kesehatan Dr. Ario menyarankan sejumlah langkah pencegahan. Orang yang sakit diminta memakai masker saat batuk atau bersin, rutin mencuci tangan, serta membatasi interaksi sosial dan beristirahat di rumah.

Masyarakat juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh melalui makanan bergizi seimbang, vitamin tambahan, dan tidur cukup. Perlindungan tambahan dapat dilakukan dengan memakai masker di area berdebu atau ruangan tertutup, serta memanfaatkan vaksinasi influenza bagi yang membutuhkan.

Adapun tenaga kesehatan dan pekerja rumah sakit di imbau disiplin bermasker karena berinteraksi langsung dengan pasien beresiko tinggi.***

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja
Bupati Lombok Timur Resmikan Medica Clinic Sembalun, Layani Wisatawan dan Masyarakat
Cek Gula Darah hingga Kolesterol, Dinkes Lotim Buka Layanan Gratis bagi Pengunjung Festival Muharram
Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:55 WITA

Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:46 WITA

Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan

Berita Terbaru

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA