LRC Inisiasi Program Pemberdayaan UMKM Berbasis Bambu di Lombok Timur

Kamis, 7 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perempuan pengerajin anyaman pagar bambu di Kecamatan Sikur. (Foto: Lombokini.com/Harianto).

Perempuan pengerajin anyaman pagar bambu di Kecamatan Sikur. (Foto: Lombokini.com/Harianto).

LOMBOKINI.com – Lombok Research Center (LRC) menginisiasi program pemberdayaan dan pembinaan UMKM berbasis bambu di Lombok Timur. LRC menjadikan Kecamatan Sikur sebagai lokasi pilot project program ini.

Koordinator Program LRC, Muhammad Zaini, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari potensi besar bambu di daerah tersebut, baik secara ekonomi maupun ekologis. “Lombok Timur dikenal memiliki potensi di sektor komoditas pertanian dan pariwisata. Inilah alasan kami mengangkat potensi lokal, terutama desa-desa penghasil bambu,” tegas Zaini kepada wartawan, Kamis 7 Agustus 2025.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Zaini menekankan, bambu bukan sekadar material mudah diperoleh, tetapi juga merepresentasikan kekuatan, kelenturan, dan identitas lokal masyarakat.

Sebagai langkah awal, LRC akan melakukan asesmen di 14 desa di Kecamatan Sikur. Asesmen ini bertujuan menggali aspirasi dan mendorong partisipasi warga, memastikan program berjalan sesuai kebutuhan lokal dan bukan sekadar intervensi eksternal.

Baca Juga :  Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

“Kami bercita-cita menjadikan Kecamatan Sikur sebagai sentra kerajinan berbasis bambu. Ini bukan hanya tentang produk kerajinan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan kebanggaan akan identitas lokal,” papar Zaini.

Program ini mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal dan selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Wabup Lotim Tegaskan Pelaku Judi dan Pinjaman Online Satu KK Auto Dicoret dari Daftar Bantuan Bansos
Z Coffee Hening Resmi Dibuka: Kafe Inklusif 100 Persen Dikelola Disabilitas Hadir di Lombok Timur
Cetak Wirausaha Muda Mandiri, PW Pemuda NW dan BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis
Konten Kreator Diusulkan Punya NIB, DPMPTSP Lotim: Mereka tidak perlu Khawatir dan Bila Perlu Kita Bimtek
Bazar Sedin Tbere: Menikmati Sosis dan Kopi dengan Lanskap Gunung Rinjani dari Bibir Kokoq Reban Samas
PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:03 WITA

Wabup Lotim Tegaskan Pelaku Judi dan Pinjaman Online Satu KK Auto Dicoret dari Daftar Bantuan Bansos

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:45 WITA

Z Coffee Hening Resmi Dibuka: Kafe Inklusif 100 Persen Dikelola Disabilitas Hadir di Lombok Timur

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:18 WITA

Cetak Wirausaha Muda Mandiri, PW Pemuda NW dan BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:34 WITA

Konten Kreator Diusulkan Punya NIB, DPMPTSP Lotim: Mereka tidak perlu Khawatir dan Bila Perlu Kita Bimtek

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA