Desa Sepit dan Gerisak Semanggeleng Ditetapkan Jadi Desa Cantik 2025

Selasa, 25 Maret 2025 - 23:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Sepit dan Gerisak Semanggeleng Ditetapkan Jadi Desa Cantik 2025. (Foto: Lombokini.com)

Desa Sepit dan Gerisak Semanggeleng Ditetapkan Jadi Desa Cantik 2025. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mencanangkan Desa Sepit Kecamatan Keruak dan Desa Gerisak Semanggeleng Kecamatan Sakra Barat sebagai Desa Cinta Statistik (Cantik) untuk tahun 2025. Mereka menggelar acara pencanangan pada Selasa, 25 Maret 2025, di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, hadir dalam acara tersebut bersama Sekretaris Daerah HM. Juaini Taufik, Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, dan Kepala BPS Lotim Sri Endah Wardanti. Turut hadir pula Kepala Bappeda, Kadis Kominfo, Kadis Dukcapil, Camat Keruak dan Sakra Barat, perwakilan desa, Tim Desa Cantik, serta mahasiswa Statistika Universitas Hamzanwadi.

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menekankan pentingnya data akurat untuk meningkatkan pelayanan publik. Ia mengapresiasi Desa Sepit dan Gerisak Semanggeleng yang terpilih sebagai Desa Cantik dan berharap mereka dapat memanfaatkan data dengan baik.

Baca Juga :  Api Ludeskan 9.500 DOC dan Kandang Ayam di Suralaga

“Lomba seperti ini mendorong desa untuk menggunakan data dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga berterima kasih kepada Desa Kumbang Kecamatan Masbagik yang telah meraih penghargaan sebelumnya. Ia berharap Desa Kumbang dapat membimbing Desa Sepit dan Gerisak Semanggeleng.

“Kumbang akan menjadi mentor. Tinggal bagaimana kedua desa ini bersinergi untuk meraih peringkat terbaik,” katanya.

Ia menambahkan, data yang akurat sangat penting dalam berbagai aspek, seperti sensus pertanian, kependudukan, dan perekonomian. Ia meminta dinas terkait turut membina kedua desa tersebut, tidak hanya BPS.

Baca Juga :  Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyatakan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan. Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan.

“Desa masih menghadapi keterbatasan, terutama dalam hal teknologi dan SDM. Karena itu, kami akan memberikan pembinaan intensif,” ujarnya.

Kepala BPS Lotim, Sri Endah Wardanti, menjelaskan bahwa program Desa Cantik bertujuan meningkatkan kualitas data statistik, literasi data, serta kapasitas aparatur desa dalam pengolahan data.

“Program ini juga mendorong perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan mendukung Satu Data Indonesia,” tambahnya.

Melalui program ini, diharapkan desa dapat menyajikan data lebih baik sehingga pembangunan semakin efektif. ***

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA