Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Selasa, 1 September 2026 - 17:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai TN Rinjani tutup sementara jalur pendakian. (Foto: Lombokini.com).

Balai TN Rinjani tutup sementara jalur pendakian. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Balai Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani resmi membuka secara terbatas kegiatan wisata alam di kawasan tersebut. Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, menyatakan bahwa pembukaan terbatas ini mencakup pendakian, kegiatan ritual, religi, budaya, sosial, dan penelitian.

Balai mengambil kebijakan ini untuk mencegah kebakaran hutan sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/08/2026 tentang penutupan sementara dan pembukaan secara terbatas wisata pendakian gunung.

Selama masa pembukaan terbatas, petugas memperketat pengamanan dan pengawasan kawasan. Tim gabungan meningkatkan patroli serta pengendalian akses masuk. Petugas juga memeriksa seluruh barang bawaan pengunjung yang berpotensi menjadi sumber api guna meminimalkan risiko kebakaran.

Baca Juga :  Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Balai TN Rinjani melarang pengunjung menggunakan api secara sembarangan. Bersama para pihak terkait, balai memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai langkah antisipasi, balai menghentikan sementara layanan booking online melalui aplikasi eRinjani terhitung 1 September 2026. Layanan itu baru kembali aktif setelah balai menyatakan kondisi risiko kebakaran benar-benar aman untuk pembukaan penuh. Namun, balai tetap melayani booking yang telah dilakukan dan dibayar sebelum tanggal tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Balai TN Rinjani akan mengevaluasi secara berkala perkembangan situasi di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi, balai menetapkan status pembukaan selanjutnya dengan mempertimbangkan tingkat risiko kebakaran, perkembangan musim kemarau, serta eskalasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di kawasan TN Gunung Rinjani.

Baca Juga :  Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Pihak balai menegaskan bahwa Rinjani tetap terbuka, namun keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan menjadi prioritas utama. Balai mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung agar tidak menyalakan api sembarangan, tidak meninggalkan sumber api, serta tidak mengambil risiko yang dapat memicu kebakaran.

“Cintai Rinjani dengan Peduli. Love Rinjani With Care,” imbau balai TNGR dalam rilis resminya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:32 WITA

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:02 WITA

Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:31 WITA

Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:44 WITA

Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:30 WITA

Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terbaru

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA