LOMBOKINI.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur menggelar Penilaian Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 di Selong, Selasa (30/6/2026).
Ajang ini bertujuan menyeleksi figur kesehatan terbaik yang akan mewakili daerah, sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi, integritas, dan inovasi pelayanan langsung kepada masyarakat.
Terdapat lima peserta yang telah berhasil melewati seluruh tahapan seleksi awal, termasuk kelengkapan administrasi, penulisan esai, hingga pembuatan video inovasi.
Di hadapan tim penilai provinsi, para peserta diuji secara objektif, transparan, dan akuntabel berdasarkan rekam jejak, kompetensi profesi, serta kontribusi nyata mereka terhadap program pembangunan kesehatan daerah.
Selain menjadi wadah kompetisi, penilaian ini difungsikan sebagai stimulus untuk mendongkrak mutu pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan se-Kabupaten Lombok Timur.
Pada tahapan presentasi, para peserta memaparkan program inovatif yang telah mereka terapkan di wilayah kerja masing-masing.
Tiga tenaga kesehatan yang diuji membawa terobosan inovasi masing-masing di bidangnya. Di sektor keperawatan, Riny Afrianty, S.Kep., Ners., menghadirkan inovasi “Cegah Dia SC” yang berfokus pada pencegahan Diabetes Mellitus melalui sistem screening.
Sementara itu, dari bidang Tenaga Promosi Kesehatan, Ika Permatasari, SKM, mengusung gerakan aktivitas fisik guna mengantisipasi penyakit lewat program “GEMA CEPAT AKSI”.
Tak ketinggalan, Ida Lailatul Husna, S.Tr.Gz, selaku Tenaga Gizi, turut menampilkan program terobosannya yang diberi nama “GUSI PLUS”.
Perwakilan Tim Penilai Provinsi NTB, Maksum, M.M., menjelaskan bahwa pemaparan langsung mengenai pengalaman terbaik (best practice) ini merupakan indikator krusial dalam penilaian.
“Presentasi berbagai inovasi dan pengalaman terbaik di tempat tugas masing-masing ini menjadi bahan evaluasi utama kami untuk menentukan nakes yang benar-benar memenuhi kriteria teladan di tingkat provinsi,” ujar Maksum.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk terus memberikan ruang bagi para nakes yang mampu menunjukkan performa di atas rata-rata.
Melalui pemberian penghargaan ini, iklim kerja di sektor kesehatan diharapkan menjadi lebih kompetitif dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, M.Kep., menyatakan bahwa peran tenaga kesehatan sangat strategis dalam mendongkrak derajat kesehatan masyarakat secara umum.
“Pemerintah daerah terus memberikan apresiasi kepada nakes yang menunjukkan kinerja terbaik untuk menjadi teladan. Kami berharap kegiatan ini memotivasi mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada kepuasan pasien,” tegas Aries Fahrozi.
Dengan ketatnya proses verifikasi aspek kompetensi, pengalaman kerja, hingga capaian kinerja, Pemkab Lombok Timur optimistis perwakilan yang terpilih nantinya mampu berbicara banyak di tingkat provinsi.
Insan kesehatan yang keluar sebagai pemenang diharapkan tidak hanya mengharumkan nama daerah di kancah NTB, tetapi juga menjadi pemantik semangat (role model) bagi rekan sejawat di pelosok Lombok Timur.
Momentum ini dinilai krusial untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian dan pelayanan prima demi mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang sehat dan mandiri (Smart).
Penulis : Paozan Azima







