Soal Tingkat Mutu Pelayana Kesehatan di Lotim Tercapai Berdasarkan Kentuan Kemenkes

- Penulis Berita

Selasa, 9 Januari 2024 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama. (Photo:Ong)

Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama. (Photo:Ong)

LOMBOKINI.com — Ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga akhir tahun 2023, mewajibkan fasilitas kesehatan pemerintah seperti rumah sakit dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) teakreditasi.

Tujuan akreditasi ini untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Selain itu, diharpakan manajemen rumah sakit dan FKTP menerapkan prosedur standar dengan baik sehingga pasien merasa puas dengan pelayana yang diberikan.

Sementara fasilitas kesehatan di Kabupaten Lombok Timur, tiga rumah sakit dan tiga puluh FKTP telah terakreditasi dari jumlah keseluruhan tiga puluh lima. Namun, pada awal tahun 2024 semua fasilitas sudah terakreditasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama, mengungkapkan bahwa lima FKTP telah melalui proses akreditasi perdana sejak akhir bulan November hingga Desember 2023 lalu. Terdapat juga tiga FKTP melakukan akreditasi ulang.

“Delapan FKTP ini sudah melalui proses surve tim akreditasi. Saat ini, kami menunggu hasil berupa sertifikat akreditasi dari lembaga akreditasi Kemenkes”kata Lalu Bagus, Selasa, 9 Januari 2023.

Baca Juga :  24 Persen Masyarakat Lombok Timur Tidak Terlayani BPJS Kesehatan, Diharapkan Ikut Rehab

Ia menjelaskan, rumah sakit maupun FKTP yang sudah terakreditasi menunjukkan cara kerja, manajemen mutu serta kinerja tenaga kesehatan memenuhi standar operasional prosedur.

“Semua proses pelaksanaan kegiatan di rumah sakit, FKTP maupun klinik swasta tertuang di sertifikat akreditasi itu,”ujar dia.

Adapun syarat yang harus dipenuhi pasilitas kesehatan untuk mengikuti akreditasi ini, yaitu manajemen FKTP, tenaga kesehatan, pelayana kesehatan, sarana prasarana, dan aspek yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Palin penting, yang harus disiapkan adalah pelaporan Indeks Nasional Mutu (INM). Kemudian pelaporan Indek Keselamatan Pasien (IKP).

Dari peryaratan ini, akan menentukan poin penilaian dalam proses akreditasi untuk mendaptkan sertifikat tingkat madia, utama dan paripurna.

Baca Juga :  Jelang Pekan Imunisasi Polio, Stok Vaksin di Lombok Timur Tersedia Minggu ini

“Misal berharap nilai paripurna, akan tetapi ada persyaratan kurang terpenuhi. Maka kemungkinan kecil mendapat penilaian madia atau utama,”beber Lalu Bagus.

Akan tetapi, penilaian akreditasi yang didapat oleh rumah sakit, FKTP maupun klinik swasta dapat dicabut atau berubah status. Hal ini dapat terjadi apabila mutu pelayanan berubah pasca akreditasi dibandingkan saat proses akreditasi.

“Ketika pihak Kementerian datang pasca akreditasi, melihat perubahan itu bisa berubah status akreditasinya. Paling patal dihilangkan,”terangnya.

Lebih lanjut, Lalu Bagus, berharap semua FKTP yang sudah melalui proses akreditasi maupun akreditasi ulang memiliki dampak positif. Baik itu pola kerja, pelayanan dan manajemen mutu FKTP.

Selain itu, tidak sekedar mengejar sertifikat semata. Akan tetapi pola kerja yang baik dalam rangka menghadapi akreditasi menjadi budaya kerja sepanjang pelaksanaan pelayanan kesehatan. (Lk)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Puskesmas Pengadangan Giatkan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional di Lombok Timur
Policy Brief Stunting dari Mahasiswa Unram Diterima Dinas Kesehatan Lombok Timur
Jelang Pekan Imunisasi Polio, Stok Vaksin di Lombok Timur Tersedia Minggu ini
Sukamulia Siapkan 120 Pos PIN Polio untuk Imunisasi 6.017 Anak
Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional Polio 2024 di Lombok Timur
24 Persen Masyarakat Lombok Timur Tidak Terlayani BPJS Kesehatan, Diharapkan Ikut Rehab
Waspada Penularan Penyakit HFMD dan DBD Pasca Libur Lebaran 2024
Layanan Kesehatan RSUD Selaparang Mempunyai Peran Penting di Timur Kota Selong

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:56 WIB

Hj Dian BK: Rannya Tidak Akan Maju di Pilkada Lombok Timur

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:14 WIB

PKPU No 8 Tahun 2014, Visi Misi Paslon Harus Selaras dengan Program Pemerintah

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:03 WIB

Partai Perindo Berikan Rekom B.1-KWK ke Paslon Luthfi-Wahid

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:34 WIB

Pasangan Iron-Edwin Resmi Diusung Partai Gerindra di Pilkada Lombok Timur

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:12 WIB

Haerul Warisin: Motivasi Maju Pilbup untuk Kembalikan Kejayaan Petani Lombok Timur

Senin, 15 Juli 2024 - 23:12 WIB

Syamsul Luthfi-Abdul Wahid akan Bangun Infrastruktur Skala Besar dengan Skema Public Private Partnerships

Senin, 15 Juli 2024 - 21:46 WIB

Haerul Warisin Ungkap Niat Mulia di Pilkada Lombok Timur 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 16:01 WIB

Viral, Video Bakal Calon Bupati Lombok Timur, Jika Terpilih Langsung Angkat Utang

Berita Terbaru

Pertemuan H Haerul Warisin dengan Hj Dian BK Ibunda Rannya Agustira Kristiono. ( foto: ong)

Politik

Hj Dian BK: Rannya Tidak Akan Maju di Pilkada Lombok Timur

Sabtu, 20 Jul 2024 - 15:56 WIB