Kadikes Lotim Bantu IRT Ini Karena Nunggak BPJS Kesehatan

Rabu, 13 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kadikes Lotim H Fathurrahman saat berinteraksi dengan <span>Febi Yosa Martina ibu dari anak yang sedang dirawat di BLUD Puskesmas Denggen. (sumber:ong)

Kadikes Lotim H Fathurrahman saat berinteraksi dengan <span>Febi Yosa Martina ibu dari anak yang sedang dirawat di BLUD Puskesmas Denggen. (sumber:ong)

LOMBOKINI.com – Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur (Kadikes Lotim) H Fathurrahman membantu Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk mengalihkan BPJS Kesehatan mandiri ke JKN, lantaran nunggak lama.

IRT tersebut bernama Febi Yosa Martina (21) asal Montong Awas, Lenting, Sakra Timur. Anaknya bernama Kayla Arsinta Putri (3), sedang opname di BLUD Puskesmas Denggen sejak pagi tadi.

BPJS Kesehatan mandiri miliknya lama menunggak sehingga tidak dapat digunakan berobat. Mengharuskan Febi menggunakan fasilitas umum atau berobat secara mandiri.

Febi pun bertemu dengan Kadikes Lotim H Fathurrahman, saat menjalankan misi sidak pelayanan di Bulan Ramadhan.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

H Fathurrahman yang merasa iba melihat kondisi sang anak. Ia pun memutuskan untuk membantu Febi.

Ia mengupayakan mendapatkan pelayanan berobat secara geratis agar tidak mempengaruhi kondisi sang anak lantara terpikir kendala biaya.

BPJS Mandiri milik keluarga Febi yang lama tidak terbayar itu, diminta untuk segera dilunasi. Setelahnya akan dibantu untuk mengalihkan dari mandiri ke JKN atau ditanggung pemerintah.

“Kita bantu Ibu ini, agar mendapat JKN. Karena setelah kita tanya tadi, termasuk orang tidak mampu,” ujar H Fathurrahman kepada media ini, Rabu 13 Mei 2024.

Baca Juga :  RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

H Farhurrahman mengungkap hasil kegiatan sidak dadakannya. Ia mengatakan dapat membantu menyelesaikan permasalahan langsung masyarakat, seperti kendala BPJS atau berobat secara mandiri.

Seperti yang ditemukan di Puskesmas Selong dan Denggen. Pasien tersebut tidak mampu sehingga layak mendapat BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah.

“Kita tanya mereka, kenapa tidak memiliki BPJS Kesehatan? Apakah memang karena mampu atau memang kurang pengetahuan tentang BPJS,”ungkapnya.

“Mungkin ini hikmah hari ini, bisa membantu masalah masyarakat secara langsung,”tambahnya. ***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA