BBPOM Mataram Temukan Bahan Berbahaya dalam Jajanan yang Dijual di Pasar Mandalika

- Penulis Berita

Kamis, 14 Maret 2024 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengawas Obat dan Makanan sedang melakukan pengawasan makanan di salah satu toko Pasar Mandalika. (sumber: istimewa)

Tim Pengawas Obat dan Makanan sedang melakukan pengawasan makanan di salah satu toko Pasar Mandalika. (sumber: istimewa)

LOMBOKINI.com Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan masyarakat jelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram melakukan kegiatan Intensifikasi Pengawasan Pangan, Kamis 14 Maret 2024.

Kegiatan ini BBPOM bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan SAKA (Satuan Karya Pramuka) Pengawas Obat dan Makanan.

Berdasarkan keterangan resmi dari BBPOM di Mataram yang diterima media ini, kegiatan intensifikasi pengawasan dilakukan di Pasar Mandalika. Sebanyak 9 sarana toko dan kios diperiksa dengan hasil seluruhnya Memenuhi Ketentuan.

Namun, ketika dilakukan sampling dan uji cepat terhadap 33 sampel pangan yang meliputi kerupuk tempe, terasi, tahu, ikan asin, teri, bakso, cumi kering, cincau, kolang kaling, ontal antil, kurma, dan pangsit.

Baca Juga :  Eks Tambang Disulap Jadi Lahan Agrobisnis, Hasilkan Omzet Rp 250 Juta Per Tiga Bulan

Hasil uji cepat menunjukkan adanya bahan berbahaya dalam 2 sampel kerupuk tempe berupa Boraks dan 1 sampel terasi yang mengandung Rhodamin B.

Temuan ini menjadi perhatian serius tim pengawas, yang kemudian memberikan pembinaan kepada pedagang untuk menghentikan penjualan produk tersebut serta membuat Surat Pernyataan.

Ditemukan produk makanan yang belum dilengkapi label sesuai ketentuan di sejumlah toko atau kios.

Sesuai UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan, label pangan harus mencantumkan nama dan alamat produsen, komposisi, izin edar, berat bersih, kode produksi, kedaluarsa dan halal (jika telah memiliki sertifikat halal).

Baca Juga :  Pj Bupati Lombok Timur Buka Bimtek TKDN bagi Industri Kecil

Terhadap temuan bahan berbahaya ini, BBPOM di Mataram menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keamanan pangan. Kendati berpotensi merugikan kesehatan.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan, Tim Terpadu membagikan leaflet kepada pedagang dan konsumen.

Leaflet tersebut memuat pesan penting untuk selalu melakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluarsa) sebelum mengkonsumsi obat dan makanan.***

Penulis : Ong

Berita Terkait

Pj Bupati Lombok Timur Buka Bimtek TKDN bagi Industri Kecil
Eks Tambang Disulap Jadi Lahan Agrobisnis, Hasilkan Omzet Rp 250 Juta Per Tiga Bulan
Bazar dan Mini Expo 2024 Bagek Nyaka Santri Resmi di Buka Pj Bupati Lotim
Waspada Penularan Penyakit HFMD dan DBD Pasca Libur Lebaran 2024
Layanan Kesehatan RSUD Selaparang Mempunyai Peran Penting di Timur Kota Selong
Dinkes Lotim Pastikan Pelayanan Kesehatan saat Momen Mudik Lebaran 2024
Tahun Ini Bapenda Lotim Perbarui Data WP Usang serta Menurunkan Tarif Pajak PBB
Dinkes Lotim Tindaklanjuti Temuan BBPOM Soal Obat G dan Makanan Mengadung Boraks

Berita Terkait

Rabu, 10 April 2024 - 21:18 WIB

DPRD Lotim : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah

Senin, 8 Januari 2024 - 23:37 WIB

Selamat Atas Dilantiknya PAW Wakil Ketua dan dua Anggota DPRD Lotim

Selasa, 21 November 2023 - 00:35 WIB

Penggemar Merpati di Lotim Deklarasikan Dukung ke Ganjar-Mahfud 

Jumat, 30 Juni 2023 - 14:30 WIB

Sabtu, 8 Juli 2023 : DPC Peradi Selong Gelar Musyawarah Cabang

Rabu, 28 Juni 2023 - 18:59 WIB

Gusti Bagus Adi Trisna Anggota DPRD Lombok Timur

Berita Terbaru

Kepala Direktorat IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Indra Akbar Dilana (kanan) dan PJ Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik (kiri). (foto/istimewa)

Ekonomi

Pj Bupati Lombok Timur Buka Bimtek TKDN bagi Industri Kecil

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:56 WIB