Dinkes Lotim Tindaklanjuti Temuan BBPOM Soal Obat G dan Makanan Mengadung Boraks

Jumat, 22 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BBPOM di Mataram melakukan uji sampling sejumlah makanan di pasar Baru Paokmotong. (sumber:istimewa)

Petugas BBPOM di Mataram melakukan uji sampling sejumlah makanan di pasar Baru Paokmotong. (sumber:istimewa)

LOMBOKINI.com – Dinas Kesehatan Lombok Timur (Dinkes Lotim) tindaklanjuti temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terkait obat keras, jamu mengandung zat kimia dan sejumlah makanan yang mengandung boraks di Pasar Baru Paokmotong.

Sebelumnya, pada Selasa (19/3/2024), BBPOM melakukan intensifikasi pengawasan pangan Ramadhan 1445 H di Pasar Baru Paokmotong Lotim.

Sebanyak enam toko ditemukan menjual obat keras atau obat daftar G berupa antibiotik (amoksisilin, tetrasiklin), dexamethasone, piroxicam, asam mefenamat dan obat tradisional atau jamu tanpa izin edar dan mengandung Bahan Kimia.

Dilakukan pula sampling dan uji cepat (parameter uji Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Metanyl Yellow) terhadap 45 sampel pangan antara lain tahu, bakso, cilok, pencok, kerupuk, terasi, bubur mutiara, ikan asin, udang, kolang kaling, cendol, kikil, cincau, dan lainnya.

Baca Juga :  Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Terhadap dua sampel kerupuk, satu cilok dan pencok ditemukan positif mengandung bahan berbahaya boraks.

Temuan ini pun mendapatkan perhatian serius Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Pathurrahman. Ia mengatakan, menjadi tempat temuan BBPOM akan dilakukan pembinaan kembali.

“Memang jumlah Obat G ditemukan tidak banyak, tetapi tetap tidak boleh. Kami akan melakukan pembinaan kembali karena di wilayah Lombok Timur,”ujar H Pathurrahman kepada media ini, Kamis 21 Maret 2024.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Begitu juga dengan temuan sampel makanan yang mengandung boraks. Dinkes Lotim akan melakukan pembinaan kembali.

Pathurrahman menyebut, yang dijadikan sample dan uji cepat merupakan produk milik pedagang kecil. Menurutnya, mereka belum mengetahui pengganti boraks yang dibolehkan dan aman dikonsumsi.

“Sering kita malakukan pembinaan. Tetapi namanya produsen ini banyak dan semakin bertambah, kita akan kembali melakukan pembinaan,”terangnya.

Lebih lanjut, kandungan Boraks pada <span;>kerupuk, cilok, dan pencok tersebut berbahaya bagi kesehatan namun secara tidak langsung. ***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA