Puluhan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah NWDI ke-91 dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan ribu jamaah mengikuti puncak Hultah NWDI ke-91 dan Haul ke-29 Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dengan memadati GOR dan Lapangan Utama YPH PPD NWDI Pancor, Lombok Timur, NTB, Ahad (13/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

Puluhan ribu jamaah mengikuti puncak Hultah NWDI ke-91 dan Haul ke-29 Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dengan memadati GOR dan Lapangan Utama YPH PPD NWDI Pancor, Lombok Timur, NTB, Ahad (13/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Puluhan ribu jamaah dan alumni NWDI membanjiri GOR serta Lapangan Utama YPH PPD NWDI Pancor, Lombok Timur, NTB, Ahad (13/9/2026). Mereka menghadiri puncak Hultah NWDI ke-91 yang sekaligus memperingati Haul ke-29 Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Acara berlangsung sejak pukul 08.00 WITA dan menghadirkan pimpinan PB NWDI, alim ulama, tokoh nasional, pemerintah daerah, serta santri dari ribuan madrasah NWDI.

Perhelatan akbar tahunan ini menghadirkan pimpinan PB NWDI, para alim ulama, tokoh nasional, jajaran pemerintah daerah, serta santri dari ribuan madrasah NWDI.

Tampak hadir Al-Ustadz Asy-Syaikh ‘Alaa’ Mustafa Na’imah Al-Azhari Asy-Syafi’i, Al-Habib Jindan bin Noufal bin Salim bin Jindan, Ustaz H. Abdul Somad, Ph.D. (UAS), dan Direktur 32 BIN Dr. Achmad Zainal Huda, keluarga ulama kharismatik Bogor, Kiai Haji Falak (Mama Falak).

Suasana khidmat dan penuh rasa tasyakur menyelimuti lokasi acara. Panitia membuka rangkaian acara dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Shalawat Nahdlatain, serta pengutipan wasiat-wasiat Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Puluhan ribu jamaah melantunkan bacaan itu bersama-sama dan menciptakan suasana penuh haru dan kekhusyukan.

Pesan Kebangsaan dan Perjuangan TGB

Ketua Umum PB NWDI TGB. Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A., menyampaikan amanat pengarahan. Ia menekankan pentingnya merawat jaringan silaturahmi yang telah lama dirintis para pendahulu. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan dakwah dan perjuangan NWDI di tengah masyarakat.

“Tiang ikhtiarkan bersilaturrahim menyambung hubungan kepada keluarga, penerus, dan murid dari sahabat guru kita. Tiang yakin, dengan bersilaturrahim insya Allah akan mendatangkan keberkahan untuk perjuangan NWDI kita,” ujar TGB.

TGB menggarisbawahi warisan besar Al-Maghfurlah Maulana Syaikh. Warisan itu tidak hanya berupa lebih dari 1.100 madrasah di seantero Indonesia, tetapi juga nilai-nilai taqwa, wirid, zikir, serta persahabatan erat dengan para ulama dunia. Ia menegaskan pesan utama Hultah kali ini, yaitu penguatan asas pendidikan Islam berupa bina’ul insan atau pembangunan jiwa manusia.

Baca Juga :  TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131

“Asasu at-tarbiyah binaa’ul insan. Asas dari pendidikan, termasuk yang dilaksanakan oleh Ninikda Maulana Syaikh adalah membangun jiwa manusia,” ucap TGB.

TGB menegaskan peringatan Hultah bukan sekadar ajang berkumpul atau seremonial tahunan semata. Ia menyebut momentum ini sebagai ruang evaluasi diri dan penguatan ikatan persatuan ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah wathaniyah.

“Hultah ke-91 ini adalah ruang bagi kita semua untuk menyegarkan kembali komitmen perjuangan Maulana Syaikh Pahlawan Nasional. Kita harus memastikan bahwa lembaga pendidikan, dakwah, dan sosial NWDI terus memberikan kontribusi nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI,” tegas TGB di hadapan jamaah.

TGB kemudian memaparkan tiga poin utama bina’ul insan yang ia sadur dari tugas kenabian dalam Surah Al-Jumu’ah. Poin-poin itu menjadi pedoman bagi para guru dan orang tua di lingkungan NWDI.

Pertama, Yatluu ‘alaihim, yaitu mengajar dan membimbing dengan kesabaran. TGB mengajak jemaah meneladani kerendahan hati Al-Maghfurlah Maulana Syaikh. Meski berpendidikan tinggi di Shaulatiyah, ia rela berkeliling desa selama tiga tahun hanya untuk mengajar pengucapan salam yang benar.

“Beliau saja sanggup sabar selama tiga tahun mengajarkan salam, mengapa kita tidak. Maka kita yang ilmunya hanya seujung kuku ini harusnya lebih sabar mendidik anak-anak kita,” kata TGB penuh semangat di hadapan para jemaah.

Kedua, Wa yuzakkiihim, yaitu pembersihan jiwa dan tarbiyatun nufus. TGB menekankan pentingnya melembutkan hati dan mengikis kebencian melalui amalan hizib, zikir, dan shalawat.

“Tarbiyatun nufus itu artinya melunakkan hati kita. Jangan ada kebencian di dalam hati, ganti saja dengan mahabbah (rasa cinta), ganti dengan pemaafan,” imbuhnya.

Ketiga, Wa yu’allimuhumul kitaaba wal hikmah, yaitu pengajaran ilmu yang mu’tabar. TGB menilai poin ini paling penting. Ia mengajak semua pihak membekali generasi muda dengan pemahaman Al-Qur’an, sunnah, tuntunan agama, serta rasa cinta terhadap pahlawan dan tanah air.

Baca Juga :  Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 

“Ini yang paling penting. Membekali generasi muda dengan pemahaman Al-Qur’an, sunnah, tuntunan agama, serta rasa cinta terhadap pahlawan dan tanah air,” pungkasnya sembari menggemakan yel-yel: “Pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa! NWDI Fastabiqul Khairat!”

Tausiyah Kebangsaan UAS

Suasana Hultah semakin membakar semangat jamaah ketika Ustaz H. Abdul Somad, Ph.D. (UAS), naik ke atas panggung untuk menyampaikan tausiyah utamanya. UAS menyoroti keagungan visi pendidikan dan dakwah Al-Maghfurlah TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang mampu mendirikan madrasah NWDI hingga berkembang pesat dan melahirkan jutaan alumni di seluruh Indonesia.

Beberapa poin penting yang disampaikan UAS dalam ceramahnya antara lain:

Keutamaan menuntut ilmu dan istiqomah berdakwah. UAS mengagumi konsistensi perjuangan Maulana Syaikh dalam membangun sistem pendidikan Islam di Lombok yang berorientasi pada pembentukan akhlak dan keilmuan moderat (wasathiyah).

Menjaga sanad keilmuan dan akhlak. UAS mengingatkan para santri dan jamaah agar selalu tersambung sanad keilmuannya kepada para ulama dan guru, serta senantiasa memuliakan jasa pahlawan nasional yang telah berkorban demi agama dan bangsa.

Pentingnya menjaga persatuan umat. Dalam gaya khasnya yang lugas dan diselingi humor bernas, UAS mengajak puluhan ribu jamaah untuk tetap merawat persaudaraan, menghindari perpecahan, serta menjadi pilar keteladanan di tengah masyarakat.

Pendidikan perempuan atau NBDI. UAS memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen NWDI sejak awal berdirinya yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan kaum perempuan (NBDI), sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus bangsa.

Setelah rangkaian ceramah, panitia menutup acara puncak dengan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa, negara, dan seluruh jamaah.

Pihak Kepolisian, TNI, dan Satgas NWDI mengamankan seluruh prosesi acara. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan tertib. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131
TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131
Wagub NTB Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan di Harja ke-5 Yafama NW
TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat
TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal
Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
Sentilan Kiki Sulistyo: Kepopuleran Sastra dan Bagaimana Hilangnya Insting Manusia di Zaman Digital ini
Bupati Lombok Barat Lepas 54 Kafilah, Target Juara Umum MTQ NTB

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:31 WITA

Puluhan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah NWDI ke-91 dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WITA

TGB Ungkap Empat Syarat Kemajuan Lombok Timur di HUT ke-131

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:15 WITA

TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:36 WITA

Wagub NTB Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan di Harja ke-5 Yafama NW

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:45 WITA

TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat

Berita Terbaru