Alih Fungsi Rambang Surabaya Upaya Penghapusan Sejarah Lombok Timur

Rabu, 15 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara pertama di Lombok adalah Bandara Rambang, Bandara ini beropreasi pada zaman penjajahan. (foto/hjadesta.kemenparekraf.go.id)

Bandara pertama di Lombok adalah Bandara Rambang, Bandara ini beropreasi pada zaman penjajahan. (foto/hjadesta.kemenparekraf.go.id)

LOMBOKINI.com – Pantai Rambang, yang terletak di Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur, merupakan lokasi bersejarah bagi Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Kawasan ini menjadi saksi bisu dari masa penjajahan tahun 1934, ketika Bandara Rambang dijadikan lokasi transit The MacRobertson Air Race, reli udara lintas benua terbesar di masa itu.

Rambang pada masa itu sebagai bandara pertama di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, bandara ini tidak lagi difungsikan dan dibiarkan terbengkalai.

Pada tahun 2023, pemerintah daerah mengambil keputusan untuk mengalihfungsikan area bekas Bandara Rambang menjadi tambak udang. Langkah ini sepertinya bagian dari upaya menghilangkah sejarah Pulau Lombok.

Baca Juga :  Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Sejarah Singkat Bandara Rambang Surabaya

Mengutip hjadesta.kemenparekraf.go.id, pada  20 Oktober 1934 mata para pecinta dunia penerbangan  tertuju ke pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Mildenhal di Suffolk, Inggris.

Mereka menanti kabar siapa yang bakal memenangkan The MacRobertson Air Race, reli udara lintas benua terbesar di masa itu.

Reli tersebut merupakan adu cepat pesawat  dari London, Inggris menuju Melbourne, Australia yang digelar oleh Royal Aero Club.

Di tengah keterbatasan teknologi penerbangan di masa itu, puluhan pesawat dari berbagai negara ikut serta menempuh rute sejauh 18.200 kilometer.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Hadiahnya pun sangat menggiurkan, USD 75 ribu.

Selayaknya reli udara jarak jauh panitia menyediakan lima pitstop utama antara London dan Melbourne meliputi  Baghdad Irak, Allahabad Pakistan, Singapura, Darwin dan Charleville.

Selain itu terdapat 22 bandara lain sepanjang rute yang dapat dijadikan lokasi transit.

Disini panitia menyediakan bahan bakar dan stasiun perbaikan.

Satu dari 22 bandara tersebut adalah Lapangan Terbang Rambang di Lombok Timur. ***

Penulis : Ong

Sumber Berita: hjadesta.kemenparekraf.go.id

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA