Penemuan Jamur Morel di Gunung Rinjani Membuat Heboh Kalangan Pecinta Kuliner dan Peneliti

Sabtu, 22 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jamur Morel, atau Morchella aff. deliciosa, ditemukan di Taman Nasional Gunung Rinjani.  (TNGR)

Jamur Morel, atau Morchella aff. deliciosa, ditemukan di Taman Nasional Gunung Rinjani. (TNGR)

LOMBOKINI.com – Baru-baru ini, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menjadi sorotan para pecinta kuliner dan peneliti alam setelah tim peneliti berhasil menemukan spesies jamur langka yang sangat bernilai, yaitu Jamur Morel (Morchella aff. deliciosa).

Jamur ini terkenal karena keunikan dan cita rasanya yang lezat, serta kandungan antioksidan yang tinggi sebagai anti kanker.

Jamur Morel, atau Morchella aff. deliciosa, adalah spesies jamur edible yang memiliki harga tinggi di pasar internasional. Jamur ini umumnya hanya tumbuh di musim-musim tertentu dan ditemukan di dinding tanah serta lateral yang sejajar dengan permukaan tanah.

Ternyata, keberadaannya juga dapat ditemukan di ketinggian sekitar 1500 mdpl di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Tim peneliti dari TNGR bekerja sama dengan Tim Peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Bogor, melakukan penelitian mendalam terhadap Jamur Morel yang ditemukan di Gunung Rinjani.

Hasil penelitian mengejutkan bahwa morel yang ada di daerah ini merupakan spesies Morchella crassipes, satu-satunya morel yang ditemukan pertama kali di hutan tropis Indonesia. Sebelumnya, jenis jamur Morel hanya diketahui tumbuh di daerah beriklim temperate.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Dengan penemuan ini, peneliti berharap dapat mengembangkan media tumbuh yang tepat untuk membudidayakan Jamur Morel di lapangan.

Apabila pengembangan ini berhasil, masyarakat di lingkar TNGR berpotensi untuk melakukan budidaya jamur ini secara lebih luas.

Oleh karena itu, tim peneliti telah mengajukan perlindungan sumberdaya genetik Jamur Morel dalam bentuk Hak Paten Jamur Morel kawasan TNGR ke Dirjen HAKI.

Kepala TNGR, Dedy Asriady, menyampaikan bahwa penemuan ini merupakan tonggak bersejarah bagi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan Indonesia secara keseluruhan.

“Kami berharap penemuan jamur langka ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui potensi pengembangan budidaya jamur Morel, sehingga dapat memberikan nilai ekonomi yang signifikan,” ucapnya, kepada media, Sabtu, 22 Juli 2023.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Sementara itu, para pecinta kuliner juga antusias menyambut penemuan ini. Jamur Morel dikenal dengan tekstur yang unik dan cita rasa yang istimewa, membuatnya menjadi incaran para koki profesional dan penggemar kuliner.

Dengan kehadiran Jamur Morel yang diproduksi secara lokal, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan mendukung industri kuliner Indonesia. Harapan semua pihak adalah perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana.

“Alam bukan hanya warisan nenek moyang kita, tetapi juga ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” tegas Dedy.

Penemuan ini juga, membuka pintu baru untuk potensi penelitian dan pengembangan lebih lanjut di bidang lingkungan dan kuliner.

“Semoga, upaya konservasi dan pengembangan Jamur Morel ini dapat memberikan manfaat positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA