LOMBOKINI.com – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025, siswa SDN 3 Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, melepasliarkan ratusan burung kecil dan merpati pada Rabu 23 Juli 2025.
Aksi simbolis ini mewakili harapan akan kebebasan dan masa depan cerah anak-anak Indonesia.
Kepala Sekolah SDN 3 Pancor, Hj. Rohimah, S. Pd., M. Pd., mengatakan sekolah sengaja memilih pelepasan burung sebagai pengganti balon udara.
Hj. Rohimah, menjelaskan, pihak sekolah menganjurkan siswa melakukan aksi melepasliarkan burung karena pelepasan balon udara tanpa pengawasan dapat menimbulkan dampak negatif serius bagi keselamatan penerbangan dan lingkungan.
“Balon udara terbang bebas dapat mengganggu jalur penerbangan, bahkan menyebabkan kecelakaan pesawat. Sampah balon yang jatuh juga mencemari lingkungan dan membahayakan hewan, terutama biota laut,” jelas Rohimah kepada Lombokini.com.
Oleh karena itu, SDN 3 Pancor memutuskan mengganti tradisi pelepasan balon udara dengan melepasliarkan burung pada peringatan HAN 2025. Aksi ini menjadi simbol kebebasan berekspresi dan tekad anak-anak untuk terbang tinggi menggapai cita-cita.
“Kami ingin mengajarkan siswa menjaga lingkungan, mengembalikan burung ke habitatnya, dan melestarikan satwa,” tegasnya.
Rohimah menjelaskan, kegiatan ini secara langsung mengajarkan tanggung jawab ekologis sekaligus mengandung makna filosofis mendalam.
“Pelepasan burung melambangkan kebebasan siswa untuk terbang menggapai cita-cita. Ini juga menjadi simbol pelepasan hal-hal negatif yang menghambat kemajuan mereka,” tambahnya.
Ia berharap peringatan HAN 2025 dapat memicu semangat anak-anak untuk ‘bangkit dan melaju menuju Indonesia Emas 2045’, sesuai tema HAN ke-41: “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia EMAS 2045”.
Rohimah menegaskan, tujuan utama sekolah ialah memberikan pengalaman positif dan berkesan bagi siswa.
“Aksi sederhana ini menyimbolkan harapan, cita-cita, kebebasan berekspresi, sekaligus memotivasi siswa untuk terbang meraih prestasi setinggi-tingginya,” pungkasnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji






